Katalisnews.com, Makassar – Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI), Lembaga Badan Pengelola Latihan (BPL) bersama Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar resmi meresmikan Botolempangan Literasi Hub Acara peresmian ini berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Makassar, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus organisasi, di antaranya Ketua Umum HMI Cabang Makassar, Ketua Bidang KPP, Direktur BPL, Direktur LAPMI, serta perwakilan keluarga besar almarhum Mustamin Dg. Matutu.
Ketua Umum HMI Cabang Makassar Periode 2026-2027, Sarah Agussalim, menjelaskan bahwa Botolempangan Literasi Hub dihadirkan sebagai wadah kolaborasi seluruh elemen kader di lingkup HMI Cabang Makassar.
“Tujuan platform ini adalah menjadi working space bagi seluruh kader HMI Cabang Makassar. Dari sinilah kita menciptakan laboratorium intelektual, gagasan, dan gerakan,” ujar Sarah.
Ia menambahkan, pada tahap awal peluncuran, Botolempangan Literasi Hub mengintegrasikan fasilitas perpustakaan fisik dan situs web resmi HMI Cabang Makassar.
“Harapannya, kader tidak hanya bergerak di ranah konvensional tetapi juga dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan khittah perjuangan yang selalu kita junjung di Himpunan Mahasiswa Islam,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Badan Pengelola Latihan (BPL) HMI Cabang Makassar, Muhammad Baqhir Aqim, menyampaikan bahwa penyediaan perpustakaan di sekretariat cabang merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran literasi di kalangan pemuda.
“Harapan dari perpustakaan ini adalah lahirnya kesadaran kolektif kader untuk memperkuat kesadaran ideologis tentang Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP),” ungkap Baim sapaan akrabnya
Baim juga menjelaskan latar belakang penamaan fasilitas tersebut. Penamaan “Perpustakaan Mustamin Dg. Matutu” diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum yang pertama kali memperkenalkan HMI di Kota Makassar, sekaligus menjadi doa agar fasilitas tersebut menjadi amal jariyah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur LAPMI Cabang Makassar, Ryan Hidayat, menyoroti peran penting media penerbitan mahasiswa sebagai sarana penuangan wacana kritis kader.
“Media LAPMI adalah salah satu alat agar wacana kritis yang dimiliki anggota HMI, khususnya HMI Cabang Makassar, bisa disampaikan dalam bentuk tulisan. Dengan demikian, gagasan yang dimiliki tidak berhenti di ruang diskusi saja, melainkan terpublikasi secara luas,” pungkas Ryan.



Komentar