Haji 2026
Beranda » News » Dokter, Istri, dan Pelayan Jemaah: Kisah Haru dr. Rahmawati Pulang dari Tanah Suci

Dokter, Istri, dan Pelayan Jemaah: Kisah Haru dr. Rahmawati Pulang dari Tanah Suci

Katalisnews.com – Makassar – Ada yang berbeda dari momen penyambutan jemaah haji Kloter 1 Kabupaten Soppeng di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Selasa (2/6/2026).

Di antara kerumunan jemaah yang turun dari bus dengan wajah lelah namun bersinar, seorang perempuan berseragam tim medis melangkah dengan mantap, bukan sekadar jemaah biasa, melainkan seorang dokter yang selama di Tanah Suci bertugas merawat orang lain sekaligus menjalankan Rukun Islam yang Kelima. Dialah dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., istri Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle.

Bukan Sekadar Jemaah, Ia Adalah Penjaga Kesehatan Kloter

Dr. Rahmawati berangkat ke Tanah Suci bukan hanya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia mengemban amanah khusus sebagai dokter tim medis pendamping jemaah haji Kloter 1 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Soppeng.

Artinya, saat jemaah lain beristirahat setelah tawaf, ia memeriksa tekanan darah. Ketika jemaah lain berzikir di kamar, ia memantau kondisi jemaah yang kelelahan.

WAKIL BUPATI SOPPENG HADIRI PENCANANGAN SENSUS EKONOMI 2026 SULAWESI SELATAN

Wakil Bupati Soppeng, Ir. SelleKS Dalle menyambut, ibu Wabup, dr. Hj. Rahmawati saat tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar

Cuaca ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu yang kerap menyentuh 45 derajat Celsius, menjadi tantangan terbesar bagi jemaah, terutama mereka yang lanjut usia. Di sinilah peran Rahmawati menjadi krusial, memastikan tidak ada jemaah Soppeng yang jatuh sakit tanpa penanganan, tidak ada yang terpisah dari rombongan karena kondisi fisik yang memburuk. Ia adalah dokter, sekaligus pelayan jemaah, sekaligus tamu Allah.

Pulang Membawa Dua Mahkota

Momen paling menyentuh pagi itu terjadi ketika Ir. Selle KS Dalle yang hadir dalam kapasitas resmi sebagai Wakil Bupati Soppeng untuk menyambut seluruh jemaah kloter 1 akhirnya bertemu kembali dengan istrinya setelah berpekan-pekan berpisah.

Seorang pejabat yang datang dengan protokol kenegaraan, menyambut istrinya yang pulang dengan dua mahkota sekaligus: mahkota haji yang mabrur dan mahkota pengabdian sebagai tenaga medis di tanah paling suci di muka bumi.
Wakil Bupati Selle KS Dalle tak menyembunyikan rasa harunya.

“Saya bangga. Bukan hanya sebagai suami, tapi sebagai Wakil Bupati Soppeng. Istri saya tidak pergi sekadar berhaji, ia pergi untuk melayani jemaah kita, memastikan mereka semua pulang dalam keadaan sehat. Itu pengabdian yang luar biasa,” ujarnya dengan suara bergetar.

Kloter 1 Soppeng Mendarat, Wakil Bupati Sambut 384 Jemaah Haji di Asrama Sudiang

Suasana kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 Soppeng, Ibu Wabup, dr. Hj. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., tiba di Asrama Haji bersama rombongan lainnya.

Panggilan Profesi yang Tak Bisa Ditanggalkan di Tanah Suci

Bagi Rahmawati, kesempatan bertugas sebagai dokter tim medis haji adalah perpaduan langka antara kewajiban profesi dan kerinduan spiritual. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti itu, berhaji sekaligus mengabdi.

“Alhamdulillah, saya bisa menunaikan ibadah haji sekaligus bertugas menjaga kesehatan jemaah kita. Ini amanah yang berat, tapi juga sangat mulia. Saya bersyukur diberi kekuatan,” tutur Rahmawati sesaat setelah tiba di Asrama Haji Sudiang.

Ia mengaku selama di Tanah Suci kerap harus membagi waktu antara kewajiban ibadah dan tugas medis. Namun justru di situlah ia menemukan makna haji yang lebih dalam, bahwa ibadah bukan hanya ritual, melainkan juga pelayanan kepada sesama.

Soppeng Patut Berbangga

Refleksi Harlah Pancasila 2026: Menegaskan Persatuan Sebagai Fondasi Berbangsa dan Bernegara

Kepulangan dr. Rahmawati menjadi simbol bahwa kontribusi Soppeng dalam penyelenggaraan haji nasional bukan hanya sebatas mengirim jemaah, tetapi juga mengirim tenaga profesional yang menjaga keselamatan ribuan umat di Tanah Suci.

Jemaah haji Kloter 1 Soppeng kini telah kembali. Mereka pulang membawa doa, membawa rindu yang terbayar, dan membawa cerita, salah satunya tentang seorang dokter yang memilih melayani, bahkan di hadapan Ka’bah sekalipun.

Penulis: Rehan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement