Peristiwa
Beranda » News » Ribuan Warga Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Amessangeng Soppeng

Ribuan Warga Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Amessangeng Soppeng

Katalisnews.com – Soppeng – Ribuan warga Soppeng dan Bone memadati Lapangan Sepak Bola Amessangeng, Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu, 10 Oktober 2026. Mengusung tema “Dengan Cinta kepada Rasul, Kita Bangun Masjid dan Perkuat Persaudaraan”, peringatan ini tidak hanya menjadi ruang untuk memperdalam kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga mempererat solidaritas warga lintas wilayah.

Hadir sebagai pembawa hikmah Maulid, Ustadz Dr. KH. Amirullah Amri, MA. Sejumlah tokoh pemerintahan, pejabat daerah, aparat penegak hukum, serta tokoh masyarakat dan agama turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dua putra Amessangeng yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan juga hadir, yakni Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Soppeng-Wajo, Anarchie Arus Bakti, S.Psi., yang akrab disapa Bakti.

Kehadiran keduanya menambah makna tersendiri bagi masyarakat setempat. Selain menjadi ajang silaturahmi, peringatan Maulid ini mempertemukan warga dengan para tokoh yang kini mengemban amanah publik di tingkat kabupaten dan provinsi.

Maulid Nabi di Amessangeng Soppeng Dihadiri Pengusaha, Terkumpul Rp83,5 Juta untuk Masjid

Selle KS Dalle Apresiasi Panitia dan Aparat

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang menghadiri peringatan Maulid tersebut. Ia juga mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik sehingga acara berlangsung lancar.

Selle turut menyampaikan penghargaan kepada aparat penegak hukum dan petugas terkait yang menjaga keamanan, mengatur ketertiban, serta memastikan arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar selama kegiatan berlangsung.

Menurut Selle, keberhasilan penyelenggaraan Maulid tidak hanya bergantung pada kesiapan panitia, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan ketertiban.

“Peringatan Maulid ini hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kecintaan kepada Rasulullah harus kita wujudkan melalui perilaku sehari-hari, dengan menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian, dan membangun kehidupan masyarakat yang rukun,” demikian pesan yang sejalan dengan tema kegiatan tersebut.

Tak Ada Pesta Sepanjang Masa: Pesan Wabup untuk Pilketos SMAN 1 Soppeng

Ia juga berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam penyelenggaraan Maulid dapat terus terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

“Ketika masyarakat bersatu, saling membantu, dan menjaga hubungan baik, kita memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun daerah. Karena itu, semangat persaudaraan seperti ini perlu terus dirawat,” lanjut pesan yang mencerminkan harapan tersebut.

Bakti Soroti Solidaritas Warga Dua Kabupaten

Sementara itu, anggota DPRD Sulawesi Selatan Anarchie Arus Bakti menilai peringatan Maulid di Amessangeng memiliki daya tarik tersendiri. Baginya, kegiatan tersebut tidak hanya memperlihatkan kekompakan panitia dan aparat, tetapi juga menggambarkan kuatnya solidaritas warga yang tinggal di dua wilayah administratif berbeda.

Bakti menyoroti posisi geografis Amessangeng yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bone. Sungai Mutiara memisahkan kedua wilayah tersebut, tetapi batas administratif itu tidak menghalangi warga untuk bekerja sama dalam mempersiapkan kegiatan keagamaan.

Masjid Sahari Tajuncu Diresmikan, Wujud Cinta Perantau Pada Kampung Halaman

“Peringatan Maulid kali ini sangat menarik. Kita melihat bagaimana panitia, aparat, dan masyarakat bekerja sama menjaga kegiatan tetap tertib dan lancar. Yang lebih penting, kita menyaksikan semangat persatuan warga dari dua kabupaten yang bahu-membahu mempersiapkan acara ini,” ujarnya.

Menurut Bakti, kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa hubungan sosial dan ikatan persaudaraan dapat melampaui batas wilayah pemerintahan. Warga yang tinggal berdekatan dapat terus menjaga hubungan harmonis melalui kegiatan keagamaan, tradisi lokal, dan kerja sama sosial.

Ia berharap semangat gotong royong itu tidak hanya muncul ketika masyarakat menggelar acara besar, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, hubungan antarwarga tetap terjaga dan berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan melalui komunikasi serta kepedulian bersama.

“Batas kabupaten tidak boleh menjadi batas persaudaraan. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita melihat bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong merupakan kekuatan yang perlu terus dipelihara,” kata Bakti.

Maulid sebagai Ruang Memperkuat Persaudaraan

Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Soppeng, pimpinan Kecamatan Marioriwawo beserta jajaran, sejumlah kepala desa, aparat penegak hukum, serta tokoh masyarakat dan agama turut menyemarakkan kegiatan tersebut.

Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan keterlibatan banyak pihak dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Panitia dan aparat juga memastikan rangkaian acara berjalan tertib sehingga warga dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman.

Tema Maulid tahun ini menempatkan kecintaan kepada Rasulullah sebagai landasan untuk membangun masjid sekaligus memperkuat persaudaraan. Pesan tersebut relevan dengan kehidupan masyarakat yang membutuhkan ruang ibadah, kepedulian sosial, dan hubungan harmonis antarkelompok.

Pembangunan masjid dalam konteks itu tidak hanya berkaitan dengan sarana fisik, tetapi juga dengan upaya memakmurkan rumah ibadah melalui kegiatan keagamaan dan pembinaan umat. Sementara itu, persaudaraan membutuhkan komitmen bersama untuk saling menghormati, membantu, dan menjaga kerukunan.

Hingga seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berakhir, kegiatan di Lapangan Sepak Bola Amessangeng berlangsung tertib dan lancar. Bagi masyarakat setempat, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus merawat gotong royong dan persaudaraan yang menyatukan warga Soppeng dan Bone.

Redaksi

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement