Peristiwa
Beranda » News » Nurul Masih Mengenang Ibunya, Wabup Soppeng Pun Tak Kuasa Menahan Haru

Nurul Masih Mengenang Ibunya, Wabup Soppeng Pun Tak Kuasa Menahan Haru

Nurul Hayati masih terus mengenang ibunya. Gadis itu belum sepenuhnya percaya bahwa sang ibu yang berangkat ke Tanah Suci dengan doa dan harapan, tak akan pernah kembali pulang.

Katalisnews.com – Soppeng – Sabtu Sore (30/5/2026), suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Aristang di Dusun Pajalesang, Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Soppeng. Darmina Sikki Kulasse (48), istri sekaligus ibu dari anak semata wayangnya, telah pergi untuk selamanya, bukan di atas ranjang, bukan di antara pelukan keluarga, melainkan di tengah putaran tawaf wajib di Masjidil Haram, Makkah, pada Kamis, 21 Mei 2026 lalu.

Aristang, suami dari Almarhumah Darmina Sikki Kulasse (48) bersama Nurul Hayati, anak semata wayangnya.

Sebuah kematian yang, bagi banyak Muslim, adalah kematian yang paling didambakan.
Sore itu, tamu tak terduga hadir di kediaman mereka. Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, datang bukan untuk urusan protokol atau seremonial. Ia datang untuk sekadar duduk, mendengar, dan berbagi duka bersama keluarga yang ditinggalkan.

Aristang, sang suami, hampir tak percaya ketika melihat Wabup Soppeng melangkah masuk ke rumahnya.

“Saya sungguh senang dan terharu pak Wabup Soppeng berkunjung ke kediaman kami. Saya tidak pernah sangka beliau akan datang,” ucap Aristang, matanya berkaca-kaca. “Ini sungguh menjadi penyemangat bagi kami keluarga almarhumah, terkhusus kepada anak saya satu-satunya, Nurul. Dia masih terus mengenang ibunya.”

WAKIL BUPATI SOPPENG HADIRI PENCANANGAN SENSUS EKONOMI 2026 SULAWESI SELATAN

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle bersama Amiruddin Bakri, mantan kepala desa Barae dan Anggota DPRD Soppeng periode 2019-2024, seorang tokoh masyarakat setempat, Aristang, berbincang ringan di kediaman Aristang.

Di hadapan keluarga yang berduka, Selle memanjatkan doa untuk Darmina, semoga ia mendapat rahmat, ampunan, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga mendoakan Aristang dan Nurul agar diberi kesabaran dan keluasan hati untuk mengikhlaskan kepergian orang yang mereka cintai.

Namun ada satu kalimat Selle yang membuat suasana di ruangan itu hening sejenak.

Keluarga Almarhumah Darmina berkumpul untuk menyambut dan melihat langsung Wabup Soppeng, Ir. Selle KS Dalle.

“Siapa saja yang berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, pasti berharap dapat kembali ke tanah air dengan selamat, berkumpul bersama keluarga besar. Namun terkadang takdir berkata lain,” tuturnya, suaranya sedikit bergetar. “Akan tetapi kita yakin, insya Allah ini adalah takdir terbaik bagi almarhumah. Tidak ada yang perlu kita sesali. Mari kita doakan beliau agar jalannya dilapangkan untuk kembali ke Sang Pencipta.” Mata Selle tampak berkaca-kaca.

Darmina adalah satu dari ribuan jemaah haji asal Indonesia yang berangkat ke Makkah dengan membawa doa keluarga di punggungnya. Ia wafat saat menunaikan tawaf wajib, ritual mengelilingi Ka’bah yang menjadi salah satu rukun haji. Di kalangan ulama, mereka yang wafat dalam keadaan beribadah kerap disebut meraih kematian yang mulia.

Wabup Selle berpamitan kepada seluruh keluarga Almarhumah, berharap dapat bertemu kembali dilain kesempatan.

Bagi Aristang dan Nurul, mungkin butuh waktu yang panjang untuk benar-benar berdamai dengan kepergian itu. Tapi kunjungan Wabup Soppeng sore ini, sederhana, tulus, tanpa kamera resmi, tanpa pidato panjang, setidaknya meninggalkan satu hal yang tak ternilai: rasa bahwa mereka tidak berduka sendirian.

Dokter, Istri, dan Pelayan Jemaah: Kisah Haru dr. Rahmawati Pulang dari Tanah Suci

Penulis: Rehan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement