Katalisnews.com, Soppeng – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Demokrat, Anarchie Arus Bakti, melakukan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan turun langsung meninjau pengerjaan proyek multiyears di poros Soppeng–Wajo, tepatnya di Desa Baringeng, Rabu (20/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bakti sapaan akrabnya menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Ia mengaku sempat menyaksikan langsung kondisi jalan yang memprihatinkan ketika perjalanan menuju titik pengerjaan proyek terhambat akibat seorang siswi yang terjatuh saat melintas di ruas jalan rusak tersebut.
“Kami tadi sempat terhambat di jalan karena ada seorang siswi yang jatuh. Itu menjadi gambaran bahwa kondisi jalan ini memang membutuhkan perhatian serius dan percepatan pengerjaan agar tidak lagi membahayakan masyarakat,” ujar Bakti saat melakukan pengawasan di lokasi proyek.

Menurut Bakti, kerusakan jalan di jalur tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pelajar dan pengendara motor yang rutin melintas setiap hari.
Usai melakukan peninjauan lapangan, Bakti juga menggelar forum diskusi bersama warga setempat guna menyerap aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan dan pengawasan APBD Tahun Anggaran 2026.

Dalam dialog tersebut, ia kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal program multiyears agar dapat selesai sesuai target dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah Soppeng dan Wajo.
“Program multiyears ini merupakan proyek pola tuntas. Insyaallah pengerjaan jalan poros Soppeng–Wajo di Desa Baringeng dapat selesai tahun depan sehingga masyarakat bisa menikmati akses jalan yang lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
Sebagai legislator dari daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bakti dikenal aktif memberikan perhatian terhadap pengawasan penggunaan APBD di Sulawesi Selatan, terutama pada sektor pembangunan infrastruktur yang dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Komentar