Trending News
Beranda » News » Camping Ground Lejja Tawarkan Sensasi Hutan Sambil Berendam Air Panas

Camping Ground Lejja Tawarkan Sensasi Hutan Sambil Berendam Air Panas

Katalisnews.com – Soppeng – Pengalaman menikmati alam di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, bakal semakin menarik. Pengelola menyiapkan wahana Camping Ground yang memadukan suasana berkemah dengan fasilitas menginap yang lebih nyaman sembari berendam air panas.

Camping Ground Lejja tersebut menghadirkan lima unit tenda dengan dua pilihan kapasitas, yakni tenda untuk kapasitas 4–6 orang dan tenda berkapasitas 6–8 orang. Konsep ini menyasar pengunjung dan wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa harus membawa perlengkapan camping sendiri.

Lima Tenda Disiapkan untuk Wisatawan

Pengelola Lejja penyediaan lima unit tenda. Empat tenda memiliki kapasitas 4–6 orang, sedangkan satu tenda lainnya mampu menampung 6–8 orang.

Penempatan tenda juga dirancang agar wisatawan tetap mendapatkan ruang yang nyaman. Denah memperlihatkan tenda berada di area yang terhubung dengan jalur sirkulasi dan deck penahan.

Soroti Viral Challenge Newport, AMB: Ini Bukan Kreativitas Marketing, Ini Penghinaan terhadap Al-Qur’an

Konsep tersebut membuat kawasan glamping tidak sekadar menjadi tempat bermalam. Pengunjung juga dapat menikmati suasana alam TWA Lejja dari area sekitar tenda.

Harga Glamping Mulai Rp.400 Ribu

Wisatawan nantinya dapat memilih paket sesuai kebutuhan. Untuk tenda berkapasitas 4–6 orang, tersedia dua pilihan.

Paket Hemat dibanderol Rp.400 ribu. Paket ini mencakup tenda, dua sleeping bag, tiga lampu, dua kursi, satu meja, cooking set dan kompor, serta satu kasur.

Sementara itu, Paket Premium dibanderol Rp.600 ribu. Fasilitasnya mencakup tenda, tiga lampu, dua kasur, empat kursi, satu meja, empat sleeping bag, cooking set dan kompor, serta panggangan.

Peringati HKRI Ke-81, Pemkab Soppeng Gelar Lomba Permainan Tradisional Antar Instansi

Adapun wisatawan yang datang dalam kelompok lebih besar dapat memilih tenda berkapasitas 6–8 orang.

Paket Hemat untuk kapasitas tersebut memiliki tarif Rp.700 ribu, dengan fasilitas tenda, dua sleeping bag, tiga lampu, dua kursi, satu meja, cooking set dan kompor, serta satu kasur.

Sedangkan Paket Premium dibanderol Rp.800 ribu. Fasilitas yang disiapkan meliputi tenda, tiga lampu, dua kasur, empat kursi, satu meja, empat sleeping bag, cooking set dan kompor, serta panggangan.

Perlu dicatat, paket tersebut menjelaskan kapasitas maksimal tenda, bukan jumlah fasilitas yang tersedia berdasarkan jumlah orang. Karena itu, wisatawan sebaiknya memperhatikan rincian fasilitas sebelum memilih paket.

Ada Akses Gratis ke Water Treatment Pool

Wabup Soppeng Serahkan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026, Belanja Daerah Diproyeksikan Rp1,04 Triliun

Salah satu daya tarik yang ditonjolkan dalam rencana wahana ini adalah free access ke water treatment pool.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari konsep glamping yang ingin menggabungkan aktivitas menginap dengan pengalaman menikmati alam TWA Lejja.

Dengan konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang untuk bermalam. Mereka juga dapat menghabiskan waktu dengan menikmati suasana kawasan wisata dan fasilitas yang tersedia.

Mengusung Konsep Aman, Nyaman dan Instagramable

Rencana glamping Lejja membawa beberapa tujuan utama, mulai dari menciptakan pengalaman camping yang aman dan nyaman hingga menghadirkan aktivitas wisata yang tetap dekat dengan alam.

Pengelola juga menempatkan unsur Instagramable sebagai salah satu konsep. Spot dan suasana kawasan dirancang agar menarik untuk kebutuhan konten media sosial.

Konsep ini cukup relevan dengan tren wisata saat ini. Banyak wisatawan tidak hanya mencari tempat untuk menginap, tetapi juga pengalaman yang bisa mereka abadikan melalui foto maupun video.

Karena itu, suasana alam TWA Lejja menjadi salah satu modal utama dalam pengembangan wahana glamping tersebut.

Promosi Mengandalkan Media Sosial

Untuk memperkenalkan wahana baru ini, pengelola menyiapkan beberapa strategi promosi.

Promosi akan dilakukan melalui brosur yang disebarkan di lokasi wisata, agen maupun pihak terkait. Selain itu, pengelola juga menyiapkan flyer digital untuk disebarkan melalui platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Tak berhenti di sana, pengelola juga merencanakan pembuatan video pendek berdurasi 15–60 detik. Video tersebut akan menampilkan suasana glamping secara menarik untuk dipublikasikan melalui TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.

Strategi ini membuka peluang bagi glamping TWA Lejja untuk menjangkau wisatawan yang lebih luas, khususnya generasi yang mencari destinasi wisata melalui media sosial.

Glamping Baru untuk Menambah Pilihan Wisata di Soppeng

Kehadiran Camping Ground Lejja berpotensi menambah pilihan aktivitas bagi wisatawan yang berkunjung ke Soppeng.

Konsepnya cukup sederhana tetapi menarik: menikmati alam tanpa harus meninggalkan kenyamanan dasar saat berkemah.

Dengan lima tenda, pilihan kapasitas hingga delapan orang, paket mulai Rp.400 ribu, akses gratis ke water treatment pool, serta dukungan promosi digital, wahana ini diarahkan menjadi pengalaman wisata yang nyaman, aman, alami, sekaligus menarik untuk dibagikan di media sosial.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana bermalam di tengah alam TWA Lejja, glamping ini layak masuk daftar destinasi yang patut ditunggu.

Rehan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement