Pendidikan
Beranda » News » UMI Wisuda 2.866 Sarjana, Rektor Serukan Semangat “Sarjana Jalan Keluar”

UMI Wisuda 2.866 Sarjana, Rektor Serukan Semangat “Sarjana Jalan Keluar”

Katalisnews.com – Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) mewisuda 1.292 wisudawan dan wisudawati pada hari kedua prosesi Wisuda Periode II 2026, Jumat (28/8/2026).

Bersama 1.574 lulusan yang diwisuda sehari sebelumnya, total 2.866 sarjana dan magister UMI resmi menyandang gelar akademik pada periode ini.

Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. memimpin langsung prosesi tersebut sambil menitipkan pesan utama kepada para lulusan: identitas sebagai “Sarjana Jalan Keluar” atau Sarjana JK.

Ia menekankan bahwa lulusan UMI harus mampu menjawab bukan hanya pertanyaan siapa yang akan merasakan manfaat ilmunya, tetapi juga masalah apa yang bisa mereka bantu selesaikan di tengah masyarakat.

Wisudawan Berasal dari Enam Fakultas

UMI Kucurkan Beasiswa Rp1,6 Miliar untuk 121 Mahasiswa Tuntaskan Studi

Wisudawan hari kedua ini berasal dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Farmasi, serta Program Pascasarjana.

Menurut rektor, latar belakang keilmuan ini sengaja disorot karena berkaitan erat dengan kebutuhan riil masyarakat, mulai dari kesehatan, pangan, kelautan, hingga pendidikan lanjut.

Prosesi wisuda turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), selaku Pelaksana Tugas Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, serta Brigadir Jenderal Polisi Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., M.H., Wakapolda Sulawesi Tengah. Dua anak Wakapolda yang merupakan alumni Akademi Kepolisian turut diwisuda pada jenjang magister di hari yang sama.

Prestasi Akademik dan Riset Jadi Sorotan

Dalam pidatonya, Prof. Hambali Thalib memaparkan sejumlah capaian institusi yang menyertai momentum wisuda ini. UMI kini mengelola 71 program studi, dengan lima program baru yang baru dibuka yakni Pendidikan Profesi Guru Agama, Magister Kenotariatan, Doktor Teknik Kimia, Doktor Teknik Sipil, dan Magister Ilmu Biomedis. Empat program studi lain juga baru meraih Akreditasi Unggul.

Relawan UMI Terus Bergerak, Giliran Kampung Nggori Dapat Bantuan Korban Gempa NTT

Dari sisi sumber daya manusia, UMI memiliki 1.004 dosen dan 117 guru besar yang telah dikukuhkan, menjadikannya perguruan tinggi swasta dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia. Produktivitas riset turut tumbuh signifikan, dengan capaian sebagai berikut:

  • 1.216 dokumen terindeks Scopus dan 41 jurnal terakreditasi SINTA
  • Total dana riset mencapai Rp21,14 miliar
  • Hibah Kemdiktisaintek 2026 senilai Rp5,7 miliar untuk 54 judul penelitian
  • 94 purwarupa karya riset dan teknologi mahasiswa

Sejumlah mahasiswa UMI juga mencatat prestasi nasional. Mahasiswa Fakultas Farmasi lolos ke tingkat nasional ONMIPA Kemdiktisaintek 2026, sementara mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat meraih Juara 1 Kejuaraan Pencak Silat Celebes tingkat nasional.

Selain itu, 13 tim mahasiswa UMI lolos program strategis dan seleksi Belmawa nasional, dan tiga organisasi kemahasiswaan menerima pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. UMI bahkan dipercaya menjadi tuan rumah PPK Ormawa pada Oktober 2026.

Pada Agustus ini pula, UMI meraih Detik Timur Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi Berprestasi dalam Penguatan Mutu Pendidikan, serta penghargaan dari MarkPlus atas keunggulan pengembangan pemasaran kewirausahaan berdampak.

Bantuan Beasiswa dan Transformasi Digital

Tangis Haru Korban Gempa Saat Relawan UMI Tiba di Ranaka, NTT

Rektor turut menyoroti sisi kemanusiaan di balik data akademik. Sebanyak 121 mahasiswa yang hampir menyelesaikan studi sempat terkendala biaya akibat berbagai persoalan ekonomi keluarga. UMI merespons dengan mengucurkan Bantuan Beasiswa Afirmasi Penyelesaian Studi senilai Rp1,599 miliar kepada mahasiswa tersebut.

Ia mengaitkan langkah ini dengan arah transformasi UMI Connection, sebuah sistem terintegrasi berbasis satu akses, satu data, satu proses, dan satu dashboard eksekutif berbasis AI.

Menurutnya, teknologi ini dirancang bukan sekadar untuk citra modernitas, melainkan agar layanan lebih cepat, data lebih akurat, dan masalah mahasiswa dapat terdeteksi lebih dini, konsep yang ia sebut sebagai “Universitas Preventif”.

Dengan total 24.424 mahasiswa aktif, rektor menegaskan UMI tidak ingin dikenal semata karena skala jumlah mahasiswanya, melainkan sebagai mitra solusi negara yang turut menyelesaikan persoalan bangsa melalui para alumninya.

Penulis : Matawardi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement