Peristiwa
Beranda » News » Soppeng Berqurban: 9.870 Pekurban, 36.134 Jiwa Merasakan Berkah Idul Adha 1447 H

Soppeng Berqurban: 9.870 Pekurban, 36.134 Jiwa Merasakan Berkah Idul Adha 1447 H

Katalisnews.com – Soppeng – Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi momen paling terukur dalam sejarah distribusi qurban Kabupaten Soppeng. Data resmi yang dihimpun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng mencatat angka yang melampaui ekspektasi yakni sebanyak 9.870 orang menunaikan ibadah qurban, menyembelih 1.410 ekor sapi dan 65 ekor kambing, dengan 36.134 jiwa menjadi penerima manfaat langsung di seluruh delapan kecamatan.

Rasio pemberi terhadap penerima mencapai 1:3,66 artinya, setiap satu orang pekurban menanggung distribusi daging bagi hampir empat warga lainnya. Angka ini menjadi cermin konkret dari semangat berbagi yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat Soppeng di Bumi Latemmamala.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam keterangannya mengenai pelaksanaan qurban Idul Adha 1447 H, menyampaikan himbauan sekaligus harapan kepada seluruh warga Soppeng.

“Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan. Ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa kita adalah masyarakat yang saling peduli, saling menguatkan. Saya mengimbau seluruh pekurban untuk memastikan daging qurban benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, bukan hanya tetangga yang sudah berkecukupan. Semoga semangat berbagi ini menjadi pondasi pembangunan karakter masyarakat Soppeng yang lebih kuat, lebih berkeadilan, dan lebih sejahtera”.

Harapan bupati tersebut selaras dengan angka yang ada: lebih dari 36 ribu warga menikmati daging qurban tahun ini, bukan angka kecil untuk sebuah kabupaten. Data kecamatan membuka temuan yang mengejutkan. Lilirilau, kecamatan dengan basis ekonomi pertanian dan perkebunan di timur Soppeng, tampil sebagai episentrum qurban tahun ini. Wilayah ini menyumbang 2.835 pekurban, hampir sepertiga dari total seluruh kabupaten dan menyembelih 405 ekor sapi, jauh melampaui kecamatan manapun.

Forkopimda Soppeng Siagakan Personel Gabungan, Antisipasi Gangguan Malam Takbiran Idul Adha

Namun ada fenomena menarik yang tersembunyi di balik angka besar itu. Dengan hanya 1.205 jiwa penerima manfaat, Lilirilau justru mencatat rasio pemberi-penerima tertinggi, satu pekurban untuk setiap 0,42 penerima. Ini mengindikasikan bahwa distribusi daging qurban di Lilirilau kemungkinan besar mengalir ke luar wilayah, ke kecamatan tetangga, ke panti asuhan, ke pesantren, atau ke komunitas yang lebih membutuhkan.

Sebuah fenomena yang, bila diverifikasi lebih lanjut, bisa menjadi model distribusi qurban lintas wilayah paling matang di Sulawesi Selatan.

Di sisi lain spektrum, Kecamatan Marioriwawo mencatat pola yang berbeda. Dengan 1.904 pekurban dan 8.160 jiwa penerima, rasio distribusinya mencapai 1:4,29 tertinggi kedua secara absolut, namun dengan volume penerima yang paling besar di seluruh kabupaten.

Data ini membaca dua kemungkinan sekaligus: pertama, Marioriwawo memiliki populasi yang lebih padat dengan kantong-kantong kemiskinan yang membutuhkan distribusi merata; kedua, kecamatan ini menjadi pusat pengumpulan dan redistribusi qurban dari wilayah sekitarnya.

Lalabata, yang mencakup wilayah ibukota kabupaten Watansoppeng, menempatkan diri di posisi ketiga dengan 1.239 pekurban, 177 ekor sapi, dan 14 ekor kambing, satu dari empat kecamatan yang mencatat kehadiran hewan qurban kambing.

Soppeng dan Makassar Jadi Dua Daerah Pertama Raih WTP di Sulsel

Dari total 65 ekor kambing yang disembelih, distribusinya terkonsentrasi di empat kecamatan: Lalabata (14 ekor), Marioriawa (14 ekor), Ganra (15 ekor), dan Donri-Donri yang menjadi pemimpin dengan 22 ekor kambing. Empat kecamatan lainnya Lilirilau, Marioriwawo, Liliriaja, dan Citta tidak mencatat penyembelihan kambing sama sekali.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, H. Afdal, S.Ag., M.M., mengharapkan Idul Qurban tahun ini lebih bermakna dari sekadar ibadah ritual.

“Idul Adha tahun ini menjadi moment untuk memaknai agama sebagai sarana untuk berbagi manfaat bagi yang membutuhkan. Nilai-nilai qurban terwujud pada kemaslahatan umat; mempererat Ukhuwah, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperkuat semangat gotong-royong di tengah masyarakat,” tegas H. Afdal.

Penulis: Rehan
Editor: Matawardi

Soppeng Perkuat Mutu Layanan Kesehatan, Wabup Selle Pimpin Pertemuan Forum Kemitraan Layanan Kesehatan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement