Katalisnews.com – Watansoppeng – Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle mengajak pelajar memahami kapan harus berkompetisi dan kapan kembali berkolaborasi. Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) SMAN 1 Soppeng, Rabu (30/9/2026).
Sekolah menggelar Pilketos bersamaan dengan sosialisasi kampanye antikorupsi agar siswa merasakan demokrasi sekaligus belajar tentang integritas.
Kegiatan ini memberi siswa pengalaman memilih pemimpin secara langsung. Selain itu, panitia menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab sejak usia sekolah.

Pemimpin Adalah Gagasan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada sosok yang terpilih. Menurut dia, gagasan dan pikiran yang bermanfaat menentukan kualitas seorang pemimpin.
“Yang menjadi pemimpin bukan orang, yang menjadi pemimpin adalah pikiran dan gagasan-gagasan,” katanya.
Pesan itu menggeser cara pandang pemilihan ketua OSIS. Siswa tidak sekadar memilih figur yang populer, tetapi menimbang ide yang layak diperjuangkan.

Ada Waktu untuk Bersaing, Ada Waktu untuk Bersatu
Wakil Bupati kemudian mengingatkan bahwa setiap kompetisi memiliki batas waktu. Peserta harus menyadari kapan persaingan berakhir dan kapan kerja sama kembali dimulai.
“Kita tahu kapan saatnya berkompetisi, kita tahu kapan saatnya berkolaborasi. Tidak ada pesta sepanjang masa, setiap kompetisi ada akhirnya. Selesai kompetisi, kita kembali berkolaborasi,” ujarnya.
Pesan tersebut relevan bagi pelajar yang baru pertama kali merasakan atmosfer kontestasi. Sportivitas menuntut peserta menerima hasil dengan lapang dada. Sebaliknya, kolaborasi menuntut pemenang dan pesaingnya bekerja bersama demi sekolah.
Ia berharap seluruh rangkaian Pilketos berjalan sukses. Ia juga berharap siswa memetik pelajaran tentang demokrasi, sportivitas, integritas, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Kejaksaan Tanamkan Budaya Antikorupsi
Sosialisasi antikorupsi menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H. menjelaskan bahwa kehadiran Kejaksaan merupakan bentuk edukasi bagi para siswa.
Menurut dia, sosialisasi ini termasuk agenda tahunan Kejaksaan. Lembaga itu ingin generasi muda memahami pentingnya membangun budaya integritas, kejujuran, dan antikorupsi sejak dini.
Dengan demikian, Pilketos berfungsi sebagai ruang praktik. Siswa belajar bahwa suara yang mereka berikan menuntut kejujuran, dan bahwa integritas harus tumbuh sebelum mereka memegang kepercayaan yang lebih besar.
Hasil Kolaborasi Banyak Pihak
Kepala SMAN 1 Soppeng, Naharuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati di tengah padatnya agenda pemerintahan. Ia juga berterima kasih kepada panitia dan semua pihak yang terlibat sehingga seluruh pemilih dapat menyalurkan hak suaranya.
“Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Wakil Bupati atas kehadirannya. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama KPU dan Bawaslu Soppeng,” ungkap Naharuddin.
Keterlibatan dua lembaga penyelenggara pemilu itu memberi warna tersendiri. Siswa tidak hanya mendengar teori demokrasi, tetapi juga menyaksikan bagaimana proses pemilihan berlangsung secara tertib.
Dihadiri Unsur Forum Pemangku Kepentingan
Selain Wakil Bupati, sejumlah pihak turut hadir dalam kegiatan tersebut:
perwakilan Kejaksaan Negeri Soppeng;
perwakilan Dandim;
Pengawas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan;
anggota KPU Soppeng dan anggota Bawaslu Soppeng.
Kehadiran berbagai unsur itu menunjukkan dukungan lintas lembaga terhadap pendidikan demokrasi di sekolah. Pesan yang mengemuka pun jelas: pemimpin masa depan tumbuh dari kebiasaan berkompetisi secara jujur dan bekerja sama setelahnya.(*)
Redaksi



Komentar