Peristiwa
Beranda » News » Wabup Soppeng, Pak Dewan dan Ratusan Pelayat Hadir Melepas Almarhum H. Landang

Wabup Soppeng, Pak Dewan dan Ratusan Pelayat Hadir Melepas Almarhum H. Landang

Ratusan pelayat memadati rumah duka di Dusun Libureng pagi ini. Bukan hanya kerabat dan tetangga, pejabat dan politisi pun datang, bukan karena protokol, melainkan karena satu nama: Hasyim, anak sulung yang mereka kenal.

Katalisnews.com – Soppeng –  Bendera putih berkibar sejak sebelum fajar menyingsing di depan pagar rumah di Dusun Libureng, Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Soppeng. Itu pertanda duka. Dan Jumat pagi (22/5/2026), duka itu terasa pekat, membasahi mata siapa pun yang tiba.

Ratusan pelayat berdatangan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun tanpa jedah, mengiringi isak tangis yang sesekali meledak di sudut-sudut ruangan. Di sinilah H. Landang, seorang tokoh agama dan pemuka masyarakat di usianya yang ke-66 tahun, untuk terakhir kalinya berada di antara orang-orang yang pernah ia sentuh hidupnya.

 

“Kami sangat kehilangan sosok orang tua, guru, sekaligus tokoh agama yang luar biasa”, ujar seorang rekan almarhum, suaranya bergetar menahan tangis. “Dedikasi beliau bagi kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan laksana pelita yang tidak pernah padam”.

Soppeng dan Makassar Jadi Dua Daerah Pertama Raih WTP di Sulsel

H. Landang bukan nama yang asing di Marioriwawo. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai sosok yang teguh baik dalam beribadah maupun dalam mengurus persoalan warga. Tapi bagi sebagian orang yang hadir pagi ini, kedekatannya dengan almarhum bermula dari satu jalur yang tak terduga: Hasyim, putra sulungnya.

Hasyim, yang akrab dipanggil Acim alias Compeng merupakan karyawan Group Tribun Timur Makassar. Dunia kerja media menuntutnya berhubungan luas, pejabat, politisi, tokoh publik. Dan pergaulan itu rupanya membawa mereka lebih dekat juga dengan sang ayah.

Pagi ini, kedekatan itulah yang menggerakkan kaki Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, untuk hadir langsung ke rumah duka.

“Beliau orang baik, komitmen, penuh dedikasi, dan teguh dalam pendirian,” ujar Selle, matanya berkaca-kaca. “Saya pribadi mengenal almarhum sudah sangat lama. Insya Allah almarhum diampuni dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.”

Anggota DPRD Sulsel AAB Sambut Terpilihnya IAS sebagai Sekjend KBPP Polri

Tak lama setelah Selle, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Anarchie Arus Bakti, turut tiba. Ia tak banyak berbicara. Di antara kerumunan pelayat, ia justru merangkul Hasyim membimbingnya pelan, lalu membisikkan kalimat pendek yang terasa lebih berat dari kata-kata panjang mana pun.

“Sabarki’, om Cim. Insya Allah bapak Aji diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT.”
Hasyim mengangguk. Matanya merah.

Menjelang siang, persiapan pelepasan jenazah mulai dilakukan. Lantunan Al-Qur’an terus menggema. Para pelayat berbaris, mengambil tempat untuk menunaikan salat jenazah.
H. Landang pergi di usia 66 tahun, meninggalkan keluarganya, meninggalkan Dusun Libureng yang ia warnai selama puluhan tahun dengan kehadiran dan pengabdiannya.
Pelita itu kini telah padam. Tapi cahayanya, kata orang-orang yang mengenalnya, masih terasa.

Penulis: Rehan

Peresmian SPPG Polres, Wabup Soppeng: Ini Sinergi yang Sesungguhnya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement