Peristiwa
Beranda » News » Bikin Bangga, Putri Wabup Soppeng Luncurkan Buku di Hari Kelulusannya

Bikin Bangga, Putri Wabup Soppeng Luncurkan Buku di Hari Kelulusannya

Katalisnews.com – Makassar – Di antara ratusan tamu undangan yang memenuhi ballroom Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sabtu (13/6), ada sepasang orang tua yang duduk dengan perasaan haru dan bangga.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, dan istrinya, dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., menyaksikan putri mereka, Diananda Djiwa Mustika (12), berjalan ke atas panggung, bukan hanya untuk menerima ijazah kelulusan Sekolah Dasar (SD) Al-Biruni Mandiri School, tetapi juga untuk meluncurkan sebuah buku yang ia tulis sendiri berjudul “Wisuda Impian”.

Bersama 31 wisudawan lainnya, Diananda menjadi bagian dari tradisi literasi yang menjadi kebanggaan sekolah ini, setiap siswa yang lulus wajib menerbitkan satu karya tulis, cerpen atau novel sebagai jejak nyata dari perjalanan belajar mereka.

Diananda Djiwa Mustika bersama dengan Ayahanda, Ir. Selle KS Dalle berfoto bersama saat acara Launching Buku karyanya berjudul “Wisuda Impian”

Satu Siswa, Satu Buku

Tradisi “Satu Siswa Satu Buku” bukan sekadar program tambahan. Ia adalah identitas Al-Biruni Mandiri School yang membedakannya dari sekolah lain. Setiap siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA naik panggung bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga sebuah buku yang lahir dari tangan mereka sendiri.

101 kali donor darah, kasi humas polres soppeng raih penghargaan di HUT Bhayangkara ke-80

Bagi Diananda, buku itu adalah bukti bahwa dua belas tahun usianya telah ia isi dengan sesuatu yang bisa ia pegang, baca ulang, dan banggakan seumur hidup.

Wabup Selle Berbicara dari Hati

Selle KS Dalle tak hanya hadir sebagai tamu undangan. Ia didapuk naik ke panggung mewakili seluruh orang tua wisudawan. Di hadapan hadirin, ia bicara bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai seorang ayah yang baru saja menyaksikan sesuatu yang membuatnya terharu sekaligus bangga.

Selle KS Dalle saat didapuk menyampaikan pesan dan kesan mewakili orang tua saat acara Penamatan Siswa-Siswi Al-Biruni Mandiri Shool di Hotel Four Points, Makassar.

“Saya kira momen ini sungguh luar biasa, kita patut bangga dan mengapresiasi Al-Biruni Mandiri School yang telah mendorong anak-anak untuk berkarya sejak dini, para pendidik memfasilitasi dan mendampingi anak-anak untuk berani menuangkan ide-idenya dalam sebuah karya tulis, dan pertama kalinya saya temukan di sini. Sungguh sangat menarik untuk dicontoh sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan menulis adalah bekal hidup yang jauh lebih berharga dari sekadar deretan angka di rapor. Prestasi sejati, katanya, bukan hanya diukur dari gelar yang disandang, tetapi dari karya yang bisa dibaca, dirasakan, dan diwariskan.

Bupati Harap Duta Anak Soppeng Jadi Pelopor Cegah Perundungan dan Pernikahan Dini

Lebih dari Sekadar Wisuda

Acara Akhirussanah Al-Biruni Mandiri School memang dirancang menjadi lebih dari seremoni perpisahan biasa. Selain peluncuran buku, panggung juga diisi Gelar Karya pentas seni, drama, dan presentasi hasil belajar siswa selama setahun penuh. Setiap penampilan adalah cerita tentang proses, bukan hanya hasil.

Momen paling mengharukan datang saat Pelepasan Siswa Tahfidz, perayaan bagi para siswa yang berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an. Isak tangis dan senyum haru bercampur, dan tak satu pun orang tua yang hadir mampu menyembunyikan kebanggaan mereka.

Diananda Djiwa Mustika (12) putri Wabup Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dan dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb. menyelesaikan pendidikannya di tingkat SD Al-Biruni Mandiri School, Makassar.

Hadir sebagai Orang Tua, Bukan Pejabat

Kehadiran Selle dan Rahmawati hari itu adalah pengingat sederhana bahwa di balik setiap jabatan dan kesibukan, selalu ada orang tua yang ingin duduk di kursi tamu undangan dan menyaksikan anaknya bersinar.

Setahun Sekolah Rakyat Soppeng: Ratusan Anak Miskin Ekstrem Kini Punya Akses Pendidikan Berkualitas

Al-Biruni Mandiri School, dengan seluruh keunikan programnya, telah membuktikan bahwa kelulusan bisa dirancang bukan sebagai akhir, melainkan sebagai peluncuran bagi anak-anak yang siap meninggalkan jejak di dunia dengan cara mereka sendiri.

Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement