Katalisnews.com – Soppeng – Malam itu, Ibrahim (45) seharusnya menyaksikan pembukaan Piala Dunia 2026 dengan tenang. Namun takdir berkata lain. Sekitar pukul 03.00 WITA, Jumat 12 Juni 2026, ia mendongak ke langit-langit rumahnya di Lejja, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng dan menemukan api sudah melahap separuh atap.
Tanpa membuang waktu, Ibrahim membangunkan istrinya, Asmawati (43), putra mereka Faris Naufal Ibrahim (12), dan sang mertua, St. Ruqayah (60). Dalam hitungan detik, seluruh keluarga berlari keluar dan membangunkan tetangga.
Piala Dunia yang Menyelamatkan
Ada ironi yang tak terduga dalam peristiwa itu. Sejumlah tetangga yang masih terjaga menunggu siaran pembukaan Piala Dunia justru menjadi penyelamat malam itu.
“Untungnya tetangga pada lincah, pak, dan beberapa masih terjaga sambil menunggu pembukaan Piala Dunia, sehingga api bisa segera dipadamkan,” ujar Ibrahim, mensyukuri kebetulan yang tak ternilai itu.

Berkat kesigapan para tetangga, api berhasil dikuasai sebelum melumat seluruh bangunan. Tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan tetap terasa berat, lebih dari separuh atap rumah hangus, dua karung gabah kering yang menjadi cadangan makan sehari-hari ikut musnah. Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Bertahan di Kolong Rumah
Kini, Asmawati dan keluarganya terpaksa tinggal sementara di kolong rumah mereka sendiri, beralaskan tanah, berdinding seng dan kayu bekas. Sebuah pemandangan yang berat bagi perempuan yang sehari-harinya mengabdi sebagai Guru Relawan di TK Raudhatul Athfal Perwanida 19 Galungkalungnge itu.
Namun di tengah kesulitan itu, kepedulian tak pernah absen. Satu per satu bantuan mengalir, kayu bahan bangunan, tenaga gotong royong, hingga uang tunai. Dari Pemerintah Desa Bulue, Polsek Marioriawa, Dinas Sosial, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Soppeng, serta warga sekitar Lejja.
“Alhamdulillah, banyak yang membantu. Ada warga yang bawa kayu untuk bahan perbaikan, ada yang bantu kerjakan, ada yang kasi uang untuk beli bahan,” ujar Asma, matanya berkaca-kaca menahan haru.

PT. Lamataesso Mattappaa Hadir Langsung
Selasa, 16 Juni 2026, giliran PT. Lamataesso Mattappaa (Perseroda) Kabupaten Soppeng, pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, yang menyampaikan kepeduliannya. Manager TWA Lejja, Andi Zulqibral Yusari, bersama sejumlah karyawan mendatangi langsung lokasi kebakaran dan menyerahkan bantuan uang tunai kepada Asmawati.
“Saya mewakili Perseroda dan TWA Lejja beserta karyawan turut prihatin atas musibah ini. Insya Allah ibu Asma diberikan kesabaran dan keikhlasan untuk menerima serta dilapangkan rejekinya untuk memperbaiki kembali rumahnya,” kata Andi Zulqibral usai mengunjungi lokasi.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.
“Apa yang kami lakukan ini merupakan komitmen Perseroda untuk membantu masyarakat, khususnya warga sekitar TWA Lejja,” tegasnya.
Sejatinya, Perseroda dan masyarakat Lejja adalah satu kesatuan, keduanya tumbuh bersama, saling menopang, demi terwujudnya kesejahteraan yang nyata dan berkeadilan.
(Redaksi)



Komentar