Katalisnews.com – Soppeng – Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui PT. Lamataesso Mattappaa (Perseroda) menggelar acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Taman Gapis Watansoppeng pada Senin dini hari, 20 Juli 2026.
Acara ini akan menghadirkan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina, dilengkapi penampilan musik dari Rinai Band serta pembagian door prize bagi penonton yang beruntung.
Nobar final Piala Dunia 2026 ini diinisiasi Pemkab Soppeng berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bernomor 400.2.7/4657/SJ.
Melalui surat tersebut, Mendagri mengimbau kepala daerah untuk memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nobar Piala Dunia 2026 sesuai kondisi dan kemampuan masing-masing daerah.

Dalam edaran itu, Mendagri juga meminta gubernur serta bupati/wali kota menyiapkan lokasi-lokasi strategis dan ruang publik untuk pelaksanaan nobar.
Selain itu, pemerintah daerah diminta mengajak partisipasi masyarakat, mulai dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan, agar turut menggerakkan perekonomian lokal.
PLT Direktur Utama Perseroda Lamataesso, Musdar Asman, menjelaskan bahwa momentum nobar final Piala Dunia dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Soppeng. Ia menyebut kegiatan tersebut berpotensi menggerakkan roda ekonomi lokal karena mengumpulkan banyak warga dalam satu lokasi.
“Ini momentum yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuat sistem ekonomi jadi bergerak. Kalau ada nobar otomatis masyarakat kumpul, di situ ada dorongan untuk UMKM bergerak,” terang Musdar Asman.
Musdar menambahkan, Pemkab Soppeng melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan nobar final Piala Dunia 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kebijakan SETARA Presensi Bebas Radius bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Soppeng.
“Yang juga menarik pada Piala Dunia kali ini, khusus Senin besok, 20 Juli 2026, ASN bebas absen di mana saja, bahkan dari rumah masing-masing,” ujar Musdar.
Kebijakan presensi bebas radius ini memungkinkan ASN Soppeng melakukan absensi elektronik dari lokasi mana pun, termasuk saat menyaksikan langsung nobar di Taman Gapis maupun dari rumah masing-masing.
Kebijakan tersebut diharapkan memberi keleluasaan bagi ASN untuk turut merayakan momentum final Piala Dunia bersama masyarakat tanpa mengabaikan kewajiban presensi kerja.
Acara nobar di Taman Gapis Watansoppeng akan berlangsung hingga dini hari mengikuti jadwal kick-off laga final antara Spanyol dan Argentina. Selain layar lebar untuk menyaksikan pertandingan, panitia turut menyiapkan panggung hiburan dengan menghadirkan Rinai Band sebagai pengisi acara. Sejumlah door prize juga disiapkan panitia sebagai daya tarik tambahan bagi warga yang hadir.
Dengan digelarnya nobar final Piala Dunia 2026 ini, Pemkab Soppeng melalui Perseroda Lamataesso berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memberi dampak ekonomi bagi pelaku UMKM yang turut berjualan di lokasi acara.
Semangat kebersamaan menyaksikan laga final Piala Dunia diharapkan turut mempererat interaksi sosial warga Soppeng menjelang penutupan gelaran sepak bola terbesar dunia tersebut.
Redaksi



Komentar