Katalisnews.com – Soppeng – Kabupaten Soppeng resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) senilai Rp 60 miliar yang bersumber dari pembiayaan Bank Dunia.
Kepastian ini menyusul kunjungan Direktur ICARE Bram Kusbiantoro bersama perwakilan Bank Dunia, Joel, ke Soppeng pertengahan Juli 2026 untuk meninjau langsung calon lokasi penerima program modernisasi pertanian tersebut.
Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menerima kunjungan itu sebagai bagian dari proses verifikasi kesiapan daerah. Tim ICARE dan Bank Dunia menilai kondisi lapangan sebelum memutuskan Soppeng layak menjadi lokasi program.
Program ICARE sendiri hanya menjangkau tiga provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Lampung, dan Kalimantan Barat. Di Sulawesi Selatan, seleksi mengerucut pada empat kabupaten: Gowa, Barru, Enrekang, dan Soppeng.
Bram Kusbiantoro menyebut Soppeng memenuhi kriteria kesiapan untuk pengembangan pertanian modern berbasis korporasi. Fokus utama bantuan akan diarahkan pada penguatan Brigade Pangan di daerah tersebut.
“Soppeng menjadi salah satu daerah yang dinilai siap untuk pengembangan pertanian modern berbasis korporasi. Bantuan ini akan difokuskan pada penguatan Brigade Pangan,” kata Bram.
Sebanyak 20 Brigade Pangan di Soppeng akan menerima dukungan alat dan mesin pertanian. Bantuan ini dirancang untuk memperkuat sistem produksi sekaligus mendorong efisiensi usaha tani di tingkat kelompok.
Sosialisasi PIU Digelar di Kompleks Kantor Bupati
Tahapan program berlanjut ke pelaksanaan Sosialisasi ICARE Project Implementation Unit (PIU) yang digelar BTMP Sistem, Selasa (21/7/2026), di Aula Pertemuan Gabungan Dinas, Kompleks Kantor Bupati Soppeng. Penjabat Sekretaris Daerah H. Andi Haeruddin membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Suwardi Haseng.
Dalam sambutan yang dibacakan, Bupati menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Soppeng merupakan peluang sekaligus tanggung jawab besar. Pemerintah daerah, menurutnya, harus memastikan program ini berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi petani.
Pemkab Soppeng juga menyatakan komitmennya mengawal pelaksanaan program dari hulu ke hilir. Langkah ini diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mempercepat transformasi menuju sistem pertanian yang lebih modern.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi, organisasi perangkat daerah, penyuluh pertanian, kalangan perguruan tinggi, kelompok tani, hingga pelaku usaha pertanian.
Selain pemaparan konsep program, peserta juga menerima bimbingan teknis seputar penguatan kelembagaan dan penerapan sistem pertanian modern.
Empat Kecamatan Jadi Fokus, Sasar Petani Milenial
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Aziz Dahlan, menjelaskan bahwa implementasi ICARE di daerah akan difokuskan pada empat kecamatan: Lalabata, Ganra, Marioriawa, dan Donri-Donri.
Program ini menyasar petani milenial berusia maksimal 40 tahun sebagai upaya regenerasi pelaku sektor pertanian. Pendekatan ini sejalan dengan target nasional untuk menarik generasi muda kembali ke sektor agraria.
“Penyaluran bantuan dijadwalkan mulai pertengahan Agustus hingga pertengahan September 2026. Ini momentum untuk memperkuat Brigade Pangan sebagai motor penggerak pertanian modern di Soppeng,” jelas Aziz.
Dengan masuknya Program ICARE, sektor pertanian Soppeng diproyeksikan tidak hanya tumbuh dari sisi volume produksi. Transformasi menuju sistem usaha tani yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis teknologi juga menjadi target jangka panjang dari kolaborasi ini.
Redaksi



Komentar