Katalisnews.com – Soppeng – Matahari tepat di puncak ketika rombongan tim penilai memasuki gapura Desa Barae, Kecamatan Marioriwawo, Senin, 21 Juli 2026. Warga sudah berjejer sejak pagi, sebagian mengenakan pakaian adat, menyambut kedatangan tamu yang akan menentukan nasib desa mereka dalam ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026.
Dari lima kabupaten yang mengirimkan wakilnya, Toraja Utara lewat Desa Lembang Rante, Sidrap dengan Desa Kalosi Alau, Bantaeng melalui Desa Bonto Tanga, dan Soppeng yang menaruh seluruh harapannya pada Barae, hanya satu desa dari tiap kabupaten yang berhak melaju ke tahap ini. Bagi Soppeng, Barae adalah representasi tunggal, satu-satunya wajah yang mewakili 49 desa lain di kabupaten itu.
Verifikasi lapangan bukan sekadar seremoni. Tim penilai menelusuri setiap sudut desa, mencocokkan dokumen yang telah diunggah sebelumnya dengan kondisi nyata di lapangan, termasuk mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk memastikan data yang tertulis di atas kertas sama dengan yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang juga merupakan
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulsel, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si., diterima oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Soppeng, Abdul Chair, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Soppeng, Dra. Hj. Andi Nurlina, MM, Camat Marioriwawo, A. Ahmad Masykur , S.IP., M.Si., Kepala Desa Barae, Eka Sakti, S.Keb., di kegiatan verifikasi lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Aula kantor Desa Barae
Tiga Pilar Penilaian
Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulsel, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si., menjelaskan bahwa penilaian tidak berhenti pada tumpukan berkas administrasi semata.
“Kami menilai desa ini secara utuh, mulai dari bidang pemerintahan, kewilayahan, hingga kemasyarakatan. Bukan hanya soal kelengkapan dokumen seperti APBDes, RPJMDes, atau produk hukum desa, tapi bagaimana semua itu benar-benar hidup dan dirasakan warga, mulai dari pengelolaan BUMDes, kesiapsiagaan bencana, pemberdayaan UMKM, sampai layanan Posyandu dan penanganan kemiskinan,” ujar Saleh di sela verifikasi.
Menurutnya, desa yang layak menjadi juara adalah desa yang mampu menunjukkan keselarasan antara dokumen dan fakta lapangan, sekaligus punya inovasi yang bisa menjadi rujukan desa lain di Sulawesi Selatan.

Wabup Soppeng, Ir. Selle KS Dalle memberikan sambutan pada kegiatan verifikasi lapangan lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Aula kantor desa Barae, kecamatan Marioriwawo, kabupaten Soppeng, Senin, 21Juli 2026.
Dukungan dari Bumi Latemmamala
Kehadiran Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, dalam verifikasi ini menegaskan besarnya perhatian pemerintah kabupaten terhadap ajang tersebut. Selle menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen Desa Barae yang telah bekerja keras mempersiapkan diri.
“Prestasi Barae hari ini adalah cerminan kerja kolektif, bukan hanya milik pemerintah desa, tapi seluruh warga yang bergotong royong menyiapkan segala sesuatunya. Ini harus menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lain di Soppeng, bahwa dengan kebersamaan, desa manapun bisa tampil di panggung provinsi. Semoga langkah Barae hari ini membuka jalan bagi desa-desa lain untuk berbenah dan berlomba memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya,” kata Selle.
Ia menambahkan, ajang lomba desa semestinya tidak dipandang sekadar kompetisi administratif, melainkan momentum evaluasi menyeluruh atas tata kelola pemerintahan desa, dari transparansi anggaran hingga pelayanan dasar bagi warga.

Wabup Soppeng menyambut Ketua Tim Penilai Lomba Desa, Drs. H. Muh. Saleh, M.Si.
Modal untuk Terus Melangkah
Kepala Desa Barae, Eka Sakti, S.Keb., menuturkan proses panjang yang telah dilalui desanya, mulai dari pengunggahan dokumen hingga verifikasi lapangan yang menuntut kesesuaian penuh antara berkas dan kenyataan.
“Kami akan menjadikan pengalaman mengikuti lomba ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi Desa Barae. Semoga pengalaman mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk terus berbenah dan bergerak maju,” ujar Eka.

Kepala Desa Barae, Eka Sakti saat memberikan sambutan pada kegiatan verifikasi lapangan Lomba Desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin 21 Juli 2026 di Aula kantor Desa Barae.
Verifikasi lapangan di Barae turut dihadiri Kepala Dinas PMD Kabupaten Soppeng, Abdul Chair; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Soppeng, Dra. Hj. Andi Nurlina, MM; serta Camat Marioriwawo, A. Ahmad Masykur S.IP., M.Si.
Hasil akhir lomba ini akan menentukan siapa yang berhak mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional. Namun bagi warga Barae, terlepas dari hasil akhir, hari itu telah menjadi bukti bahwa desa kecil di pinggiran Danau Tempe pun mampu berdiri sejajar, berbicara dengan data, dan menunjukkan wajah pembangunan yang membumi.
Redaksi



Komentar