Budaya
Beranda » News » Ketika Bumi Sekkanyili Kembali Berdendang

Ketika Bumi Sekkanyili Kembali Berdendang

Katalisnews.com – Soppeng – Sebelum matahari sempurna meninggi di atas Dusun Balubue, aroma tanah kering masih menggantung di udara situs Manurungnge Ri Sekkanyili. Kamis pagi, 24 September 2026, tempat yang selama ini sunyi itu mendadak riuh. Warga Desa Tottong, Kecamatan Donri-Donri, berbondong-bondong datang membawa lesung dan alu, menghidupkan kembali ritus yang telah diwariskan turun-temurun: pesta adat Mappadendang.

Tradisi ini bukan sekadar tumbuk-menumbuk padi. Bagi masyarakat Bugis Soppeng, Mappadendang adalah bahasa syukur, ungkapan terima kasih kepada yang maha kuasa yang telah menghidupi mereka melalui musim panen.

Ritme lesung yang beradu dengan alu, yang dimainkan para lelaki dan perempuan dengan gerak berirama, menjelma menjadi orkestra tradisional yang mengabarkan satu pesan: hasil bumi tahun ini telah dituai, dan warga bersyukur karenanya.

Situs yang Menyimpan Ingatan Kolektif

Manurungnge Ri Sekkanyili bukan lokasi sembarang. Situs ini dipercaya sebagai titik asal-usul yang menyimpan nilai historis mendalam bagi warga Balubue dan Tottong secara khusus, dan Soppeng secara umum. Dinas Pariwisata Kabupaten Soppeng bahkan telah menaunginya sebagai aset budaya yang harus dijaga.

Maulid Nabi di Amessangeng Soppeng Dihadiri Pengusaha, Terkumpul Rp83,5 Juta untuk Masjid

Di situlah letak persoalannya sekaligus harapannya. Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menggerus ingatan kolektif desa-desa kecil, Mappadendang di Sekkanyili justru bertahan sebagai agenda tahunan yang konsisten digelar. Ia menjadi semacam jangkar, mengikat generasi muda pada akar budaya yang nyaris mereka lupakan.

Kehadiran Pejabat, Bukti Adat Masih Dianggap Penting

Perhelatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, didampingi Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., Camat Donri-Donri Andi Nurhadi Hatang, S.STP, M.Si., serta Kepala Desa Tottong Muh. Tahir. Turut pula Bhabinkamtibmas Desa Tottong Aipda Andi Syahrir mewakili Kapolsek, bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, dan pemuda setempat.

Kehadiran jajaran forkopimda dalam ritual adat semacam ini kerap dibaca sebagai simbol: bahwa pelestarian budaya lokal bukan lagi urusan warga desa semata, melainkan bagian dari agenda pembangunan daerah.

Ribuan Warga Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW di Amessangeng Soppeng

“Mappadendang ini adalah warisan leluhur yang harus terus kita rawat. Situs Manurungnge Ri Sekkanyili adalah identitas kita, dan tradisi seperti ini yang akan menjaga generasi muda Soppeng tetap mengenal akar budayanya sendiri,” ujar Selle KS Dalle di sela kegiatan.

Antara Ritual dan Ruang Hidup Wisata Budaya

Yang menarik dari Mappadendang di Sekkanyili adalah posisinya yang ganda. Di satu sisi, ia tetap menjadi ritual sakral yang lekat dengan siklus panen dan penghormatan leluhur. Namun di sisi lain, statusnya sebagai aset yang bernaung di bawah Dinas Pariwisata membuka peluang tradisi ini bertransformasi menjadi daya tarik wisata budaya, sesuatu yang berpotensi mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga Balubue tanpa harus mengorbankan kesakralannya.

Persoalannya kemudian: sejauh mana keseimbangan itu bisa dijaga? Ritual adat yang terlalu diarahkan untuk konsumsi wisata berisiko kehilangan maknanya yang paling dasar. Namun tanpa dukungan promosi dan perhatian pemerintah, tradisi semacam ini juga rentan pudar ditelan zaman.

Tak Ada Pesta Sepanjang Masa: Pesan Wabup untuk Pilketos SMAN 1 Soppeng

Dendang yang Tak Boleh Berhenti

Ketika suara lesung dan alu bersahutan di bawah naungan pepohonan Sekkanyili, ada semacam ikatan yang terjalin ulang antara warga Tottong dengan masa lalu mereka. Setiap tahun, pesta ini menjadi pengingat bahwa identitas sebuah komunitas tidak selalu ditulis dalam dokumen resmi, kadang ia justru hidup dalam ritme sederhana tumbukan padi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selama dendang itu masih berbunyi, selama itu pula Sekkanyili akan terus menjadi rumah bagi ingatan kolektif warga Soppeng.(*)

Redaksi

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement