Budaya
Beranda » News » Ngeri-Ngeri Sedap, Wabup Soppeng Berayun di Tradisi Mattojang Laringgi

Ngeri-Ngeri Sedap, Wabup Soppeng Berayun di Tradisi Mattojang Laringgi

Katalisnews.com – Soppeng – Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjajal langsung atraksi Mattojang, ayunan raksasa setinggi belasan meter, dalam Pesta Adat Pattaungeng Bera di Desa Laringgi, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Senin, (31/08/2026).

Aksi tersebut ia lakukan di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi perayaan sebagai bagian dari rangkaian syukuran adat tahunan masyarakat Bugis.

Mattojang merupakan tradisi ayunan sakral yang menjadi inti dari Pesta Adat Pattaungeng. Warga setempat meyakini tradisi ini melambangkan turunnya Batara Guru dari Botting Langi’ ke bumi menggunakan ayunan emas.

Wabup Disambut Meriah Warga

Wabup Selle KS Dalle Sebut PPI Laboratorium Kepemimpinan Pemuda Soppeng

Kehadiran Selle KS Dalle di tengah pesta adat ini disambut antusias oleh warga Desa Laringgi. Ia tampak berbaur dengan masyarakat sebelum akhirnya menaiki ayunan bambu betung yang menjulang hingga 10-15 meter tersebut.

Warga bersorak ketika Wabup diayunkan tinggi ke udara, mengikuti tata cara tradisional yang biasa dilakukan dalam ritual ini. Momen tersebut menjadi salah satu puncak acara yang paling dinanti dalam rangkaian Pesta Adat Pattaungeng.

Usai turun dari ayunan, Selle KS Dalle menyampaikan komentarnya kepada awak media.

“Mattojang ini bukan sekadar permainan, tapi warisan leluhur yang penuh makna. Saya bangga bisa ikut merasakan langsung semangat dan keberanian yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Bugis, khususnya di Soppeng. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi seperti ini agar tidak tergerus zaman.”

Lebih lanjut Selle menjelaskan, “menaiki ayunan yang tingginya belasan meter ibarat naik Roller Coaster, ada sensasi ngeri-ngeri sedap gitu”.

Peringatan Maulid Nabi di Bera, Wabup Selle Ajak Warga Teladani Rasulullah

Makna Filosofis di Balik Ayunan Raksasa

Bagi masyarakat Bugis, Mattojang menyimpan simbolisme yang dalam. Ayunan yang menjulang tinggi dimaknai sebagai representasi cita-cita luhur dan semangat warga untuk terus berjuang meraih harapan.

Selain itu, tradisi ini juga menjadi ungkapan syukur atas keselamatan dan hasil bumi yang melimpah selama setahun terakhir. Konstruksi ayunan sendiri dibuat dari bambu betung besar yang dipasang saling menyilang hingga mencapai ketinggian belasan meter.

Seorang akan naik ke atas ayunan dan diayunkan secara tradisional sebagai bentuk uji keberanian yang disaksikan langsung oleh warga sekitar.

Kapolres Soppeng Hadirkan Ustadz Das’ad Latif, Ingatkan Polisi Teladani Akhlak Rasulullah

Rangkaian Pesta Rakyat Pattaungeng

Mattojang bukan satu-satunya atraksi yang digelar dalam Pesta Adat Pattaungeng Bera. Prosesi ini biasanya berdampingan dengan sejumlah ritual dan hiburan rakyat lainnya, di antaranya:

Mappadendang, pesta menumbuk lesung padi yang menghasilkan bunyi berirama

Massaung Manu, atraksi adu ayam tradisional

Manré Sipulung, jamuan makan bersama warga sebagai simbol kebersamaan

Rangkaian acara ini menjadikan Pesta Adat Pattaungeng sebagai salah satu agenda budaya tahunan yang dinantikan masyarakat Desa Laringgi dan sekitarnya.

Dukungan Pemda terhadap Pelestarian Budaya

Kehadiran Wabup dalam acara ini sekaligus menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelestarian warisan budaya lokal.

Tradisi Mattojang dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda tentang akar sejarah masyarakat Bugis.

Dengan partisipasi aktif pejabat daerah, diharapkan tradisi Pattaungeng Bera dapat terus terjaga di tengah arus modernisasi, sekaligus mendorong Desa Laringgi semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya di Sulawesi Selatan.

Redaksi

Berita Terkait

Berita Terbaru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement