Pendidikan
Beranda » News » Lejja Goes To School : Pentingnya Memperkenalkan Budaya dan Lingkungan Sejak Dini

Lejja Goes To School : Pentingnya Memperkenalkan Budaya dan Lingkungan Sejak Dini

Katalisnews – Soppeng – PLT Direktur Utama PT. Lamataesso Mattappaa Perseroda Kabupaten Soppeng, Musdar Asman, memperkenalkan salah satu obyek wisata di kabupaten Soppeng yaitu Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di hadapan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Gugus 1 Kecamatan Lalabata, Selasa (14/4/2026) di Tengnga Padangnge, Desa Timusu, Kecamatan Liliriaja, Soppeng. 

Dalam pemaparannya, Musdar mengurai keterkaitan antara dunia pendidikan dengan konsep pengembangan TWA Lejja yang mengusung jargon wisata berbasis budaya lokal.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berfokus pada aspek rekreasi, tetapi juga memiliki dimensi edukasi, khususnya dalam pelestarian nilai-nilai budaya.

Ia menjelaskan, sekolah menjadi pintu masuk strategis untuk menanamkan pemahaman tentang budaya lokal, etika berkunjung, serta kesadaran menjaga lingkungan wisata sejak dini kepada siswa. Karena itu, peran kepala sekolah dinilai penting dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kegiatan pembelajaran.

“Melalui sekolah, konsep wisata berbasis budaya bisa disampaikan secara lugas dan menyenangkan kepada siswa, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan di luar kelas,” ujarnya.

WAKIL BUPATI SOPPENG HADIRI PENCANANGAN SENSUS EKONOMI 2026 SULAWESI SELATAN

Lebih lanjut, ia mendorong agar TWA Lejja dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran langsung atau outdoor learning. Selain itu, kunjungan edukatif ke Lejja juga dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan sekolah yang relevan dengan penguatan karakter dan pemahaman budaya lokal.

Kegiatan sosialisasi ini juga sejalan dengan upaya efisiensi anggaran di sektor pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Sumangerukka, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa satuan pendidikan perlu beradaptasi dengan kebijakan nasional, termasuk dengan mengoptimalkan kegiatan di dalam daerah.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan pendidikan di wilayah sendiri tidak hanya lebih efisien, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi lokal.

Kegiatan K3S tersebut turut dihadiri Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Koordinator Wilayah Lalabata, serta Pengawas Satuan Pendidikan Gugus 1. Sosialisasi diharapkan dapat mendorong sinergi antara sektor pendidikan dan pengembangan wisata berbasis budaya di Kabupaten Soppeng.

Penulis: Rehan

Bunda PAUD Soppeng Buka Gebyar PAUD 2026, Tiga Bidang Lomba Uji Kreativitas dan Hafalan Quran Anak

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement