News
Beranda » News » Akhir Perpecahan, KNPI Sulsel Resmi Bersatu di Bawah Kepemimpinan Vonny Ameliani

Akhir Perpecahan, KNPI Sulsel Resmi Bersatu di Bawah Kepemimpinan Vonny Ameliani

Makassar – Dualisme kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan akhirnya resmi berakhir. Kubu KNPI Surahman Batara dan KNPI Kanita Kahfi sepakat untuk melebur dan menyatu di bawah satu kepemimpinan, yakni KNPI Vonny Ameliani Suardi.

Kesepakatan bersejarah ini tercapai dalam rapat Pleno Bersama DPD KNPI Sulsel yang digelar di Kota Makassar pada Kamis (21/5/2026). Langkah strategis ini diambil demi menyatukan seluruh DPD II tingkat kabupaten/kota di bawah satu payung organisasi yang sah.

Mantan Ketua KNPI Sulsel, Surahman Batara, menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpin oleh Vonny Ameliani Suardi merupakan kepengurusan yang sah dan memiliki legitimasi penuh.

Sebagai tindak lanjut dari penyatuan ini, pleno bersama tersebut resmi membentuk Tim Transisi. Tim ini diberi mandat khusus untuk mengawal proses rekonsiliasi dan menyatukan seluruh kepengurusan DPD II KNPI di tingkat kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Dalam forum tersebut, Imran Yusuf dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Tim Transisi. Sementara itu, posisi Sekretaris Tim Transisi dipercayakan kepada Agus Rasyid Butu.

Kursi Sekda Soppeng Berganti: Bupati Lantik Andi Haeruddin

Ketua Tim Transisi, Imran Yusuf, menyatakan bahwa fokus utama mereka dalam waktu dekat adalah melakukan konsolidasi total. Mereka akan bergerak cepat membangun komunikasi agar roda organisasi di tingkat daerah bisa kembali berjalan solid.

“Tim transisi akan fokus pada penyatuan DPD II kabupaten/kota di bawah kepemimpinan Vonny Ameliani Suardi,” ujar Imran usai pelaksanaan pleno.

Momentum rekonsiliasi ini dinilai menjadi titik awal kebangkitan kembali KNPI Sulsel. Dengan berakhirnya perpecahan, organisasi kepemudaan ini diharapkan dapat kembali memperkuat peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.

Selain menciptakan harmonisasi di internal organisasi, konsolidasi ini juga diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi generasi muda di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Boyong Kelas ke PT Vale, Mahasiswa UNM Bedah Teori Ekonomi Hijau di Lapangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement