Jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi administratif. Bupati Suwardi Haseng menyebutnya tulang punggung birokrasi dan kini tulang punggung itu berpindah ke pundak Andi Haeruddin.
Katalisnews.com – Soppeng – Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng menjadi saksi pergantian tongkat estafet birokrasi, Jumat (22/5/2026). Di hadapan deretan pejabat tinggi pratama, administrator, dan pengawas lingkup Pemkab Soppeng, Bupati H. Suwardi Haseng melantik dan mengambil sumpah jabatan Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng.
Pelantikan itu bukan rutinitas biasa. Bagi Suwardi, jabatan Sekda adalah sumbu penggerak seluruh roda pemerintahan, bukan sekadar meja dan tanda tangan.
“Sekretaris Daerah merupakan posisi strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Bupati dalam sambutannya. “Ia adalah koordinator pemerintahan, penggerak birokrasi, sekaligus penghubung antara kepala daerah dan seluruh perangkat daerah.”

Andi Haeruddin mengisi kursi yang sebelumnya diduduki Andi Muhammad Surahman, sosok yang menjabat Penjabat Sekda sejak 10 Juni 2025. Dalam momen yang sama, Bupati menyempatkan diri menyampaikan apresiasi kepada Surahman atas dedikasi hampir setahun penuh yang ia tunaikan.
Pergantian ini bukan akibat gejolak internal. Prosesnya berjalan berdasarkan Surat Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 800.1.3.3/2139/BKD tertanggal 30 April 2026 tentang Pengangkatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, dokumen yang menjadi dasar hukum sekaligus penanda bahwa rotasi ini bagian dari mekanisme tata kelola, bukan kejutan.
Kepada Andi Haeruddin, Bupati menitipkan empat ekspektasi sekaligus: menjaga stabilitas birokrasi, memastikan koordinasi pemerintahan tetap berjalan lancar, menjaga ritme pelayanan publik, dan memperkuat sinergi antar perangkat daerah.

Suwardi juga mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh kepada penjabat yang baru, sebuah pesan yang terdengar seperti pengingat bahwa pergantian pejabat tidak boleh menjadi alasan pelayanan kepada masyarakat ikut terganggu.
Pelantikan selesai. Sumpah telah diucapkan. Kini giliran Andi Haeruddin membuktikan bahwa kepercayaan itu bukan beban melainkan amanah yang layak dijunjung.
Penulis: Rehan


Komentar