Katalisnews.com – Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima kepercayaan dari Kepolisian Republik Indonesia untuk mendukung peningkatan kualifikasi akademik personel fungsi Reserse Kriminal (Reskrim) Polri. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/804/IV/DIK.2.6./2026 yang terbit pada 21 April 2026.
Dari seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, Kapolri hanya mencantumkan dua nama dalam surat telegram tersebut. Kedua kampus itu adalah Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyebut penunjukan tersebut sebagai amanah besar bagi institusinya. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan intelektual.
“Kepercayaan Polri kepada Universitas Muslim Indonesia merupakan kehormatan sekaligus amanah peradaban. Kami meyakini bahwa penegakan hukum yang kuat tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga integritas moral, kematangan etika, dan keberanian menjaga keadilan,” kata Hambali.
Menurut Hambali, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mencetak lulusan. Ia berharap UMI dapat menjadi tempat lahirnya generasi pemimpin hukum yang berkarakter kuat.
“Kami ingin UMI menjadi rumah bagi lahirnya pemimpin hukum masa depan yang cerdas, berintegritas, religius, dan memiliki keberanian moral untuk menjaga Indonesia,” tambahnya.
Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. Dirgahayu Andi Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., turut memberikan tanggapan atas penunjukan ini. Ia menilai kepercayaan Polri memperkuat posisi UMI sebagai kampus yang adaptif terhadap kebutuhan strategis bangsa.
Dirgahayu menjelaskan bahwa kompleksitas kejahatan terus meningkat seiring perubahan zaman. Kondisi ini, menurutnya, menuntut perguruan tinggi untuk berperan sebagai pusat solusi, bukan hanya pusat keilmuan semata.
“Kami memandang momentum ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap ekosistem akademik UMI yang terus berkembang. UMI akan terus memperkuat sinergi ilmu hukum, teknologi, kecerdasan buatan, dan nilai-nilai etika untuk menyiapkan SDM aparat penegak hukum yang adaptif dan berwawasan masa depan,” ujar Dirgahayu.
UMI mengusung empat identitas utama dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi. Keempat identitas tersebut meliputi Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi.
Manajemen UMI memandang kerja sama dengan institusi negara sebagai wujud pengabdian kampus. Kolaborasi ini diharapkan turut memperkuat supremasi hukum sekaligus mendorong pelayanan publik yang berkeadilan bagi masyarakat.
Penunjukan oleh Polri ini menambah panjang daftar pengakuan strategis yang diterima UMI dari berbagai institusi nasional. Reputasi tersebut tidak lepas dari status UMI sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Terakreditasi Unggul pertama di luar Pulau Jawa.
Selain itu, UMI juga tercatat sebagai PTS dengan jumlah guru besar terbanyak di Indonesia. Capaian ini menjadi salah satu faktor yang memperkuat kepercayaan berbagai pihak terhadap kapasitas akademik kampus tersebut.
UMI menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam pembangunan bangsa melalui penerapan catur dharma perguruan tinggi. Empat dharma tersebut mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pendidikan karakter.
Dengan penunjukan sebagai mitra peningkatan kualifikasi akademik personel Reskrim, UMI kini menghadapi tanggung jawab baru dalam mencetak aparat penegak hukum yang unggul. Kampus ini pun optimistis dapat menjawab kepercayaan tersebut melalui sinergi ilmu hukum, teknologi, dan nilai etika yang telah menjadi fondasi pendidikannya selama ini.
Redaksi



Komentar