Pendidikan
Beranda » News » Di Tengah Gempuran Budaya Global, Soppeng Jadi Titik Balik Pelestarian Tradisi Bugis

Di Tengah Gempuran Budaya Global, Soppeng Jadi Titik Balik Pelestarian Tradisi Bugis

Katalisnews.com – Soppeng – Kabupaten Soppeng menjadi lokasi terpilih Program Pengabdian kepada Masyarakat Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin, Jumat (17/7/2026).

Wakil Bupati Soppeng membuka kegiatan tersebut secara resmi di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng sekaligus menegaskan pesan penting: budaya bukan sekadar warisan, melainkan benteng pertahanan bangsa yang wajib dijaga generasi muda.

Pemilihan Soppeng bukan tanpa alasan. Daerah ini dikenal menyimpan kekayaan tradisi Bugis yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari sistem nilai adat hingga praktik budaya lokal yang terus diwariskan lintas generasi.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Univetsitas Hasanuddin, Makassar, Jumat, 17/7/2026 di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Soppeng.

Kondisi inilah yang mendorong FIB Unhas menjadikan Soppeng sebagai ruang belajar sekaligus laboratorium pengabdian bagi mahasiswa pascasarjananya.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Soppeng, perwakilan Dekan FIB Unhas Dr. Ilham, S.S., M.Hum., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, perwakilan Kepala Dinas Pariwisata, rombongan dosen dan mahasiswa Pascasarjana FIB Unhas, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Program ICARE Masuk Soppeng, Rp 60 Miliar dari Bank Dunia Perkuat 20 Brigade Pangan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng menyampaikan apresiasi karena Universitas Hasanuddin memilih Soppeng sebagai lokasi program pengabdian. Ia menekankan pelestarian budaya harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari, bukan hanya diperingati dalam seremoni formal.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga menjadi identitas dan benteng pertahanan suatu negara. Karena itu, pelestarian nilai-nilai budaya harus dimulai dari kehidupan sehari-hari,” tegas Wakil Bupati sebelum membuka kegiatan secara resmi.

Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat berfoto bersama usai rangkaian acara pembukaan di Aula Dinas Pendidikan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan kekhawatiran banyak pihak terhadap pudarnya nilai-nilai lokal akibat derasnya arus budaya global di kalangan generasi muda. Melalui program pengabdian ini, mahasiswa Pascasarjana FIB Unhas diharapkan turut ambil bagian dalam upaya menjaga identitas budaya daerah agar tidak tergerus zaman.

Sementara itu, Dr. Ilham, S.S., M.Hum. yang mewakili Dekan FIB Unhas menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Soppeng. Menurutnya, kesediaan Wakil Bupati berdiskusi dan berbagi pandangan menjadi modal penting bagi keberlanjutan kerja sama akademik dan pemerintah daerah.

Wakil Dekan I FIB Unhas DR. Ilham, S.S., M.Hum., memberikan sambutan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang digelar di Aula Dinas Pendidikan, Soppeng.

Ia berharap kolaborasi antara dunia kampus dan pemerintah daerah terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga riset dan pengembangan kebudayaan secara berkelanjutan.

Barae, Desa Kecil yang Membawa Nama Soppeng ke Panggung Provinsi

Sebagai simbol penguatan sinergi, kedua pihak kemudian saling bertukar cenderamata. Momen ini menjadi penanda komitmen bersama antara akademisi dan pemerintah daerah dalam merawat warisan budaya Soppeng.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari masing-masing program studi di lingkungan Pascasarjana FIB Unhas. Setiap program studi memaparkan fokus kajian dan rencana kegiatan pengabdian yang akan dilaksanakan selama program berlangsung di Soppeng.

Melalui program ini, Soppeng tidak hanya berperan sebagai objek penelitian, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga keberlangsungan budaya Bugis di tengah tantangan zaman. Sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah ini diharapkan melahirkan langkah nyata pelestarian budaya yang berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.

Redaksi

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Warga Soppeng Rayakan lewat Nobar di Taman Gapis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement