Katalisnews.com – Watansoppeng – Seragam dan jabatan boleh membawa seseorang ke ruang-ruang resmi. Namun siang itu, Wakil Bupati Soppeng sekaligus Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, memilih masuk ke ruang yang jauh lebih sunyi, ruang perawatan pasien.
Kamis, 3 September 2026, Selle baru saja menghadiri peresmian Unit Pengelolaan Darah (UPD) RSUD Latemmamala. Alih-alih langsung meninggalkan rumah sakit, ia menyempatkan diri menyusuri ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Satu per satu pasien ia hampiri. Selle menjabat tangan mereka. Ia menanyakan kondisi kesehatan, mendengar jawaban pasien dan keluarga, lalu bertanya tentang pelayanan yang mereka terima.
Kepada pasien, Selle menyampaikan semangat dan doa agar segera pulih. Setelah itu ia menyalami keluarga yang mendampingi sebelum berpamitan dan melanjutkan langkah ke ruang perawatan berikutnya.

Dari Darah hingga Mereka yang Membutuhkannya
Kunjungan tersebut berlangsung setelah Selle menghadiri peresmian UPD RSUD Latemmamala. Sebagai Ketua PMI Kabupaten Soppeng, keberadaan unit pengelolaan darah memiliki arti penting. Ketersediaan darah tidak hanya berbicara tentang fasilitas rumah sakit, tetapi menyangkut waktu dan kesempatan hidup seseorang ketika membutuhkan transfusi.
Karena itu, bagi Selle, penguatan layanan darah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pasien.
Menurut dia, rumah sakit pada akhirnya bukan sekadar bangunan dengan ruang perawatan dan peralatan medis. Di dalamnya ada manusia yang sedang berada pada titik paling rentan dalam hidupnya.
“Kita ingin pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang fasilitas dan kelengkapan alat. Di balik setiap pasien ada keluarga yang sedang berharap. Karena itu mereka perlu dilayani dengan baik, disapa, didengar, dan diberikan semangat,” kata Selle.
Ia berharap keberadaan UPD RSUD Latemmamala dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memastikan kebutuhan darah bagi pasien dapat ditangani dengan lebih baik.
“Darah itu menyangkut kemanusiaan. Ketika seseorang membutuhkan transfusi, kita tidak boleh terlambat. Karena itu, ketersediaan dan pengelolaan darah harus terus kita perkuat, sekaligus bagaimana mensinergikan dengan program PMI Satukan Rasa (Satu Kantong Darah Satu Rumah)” ujarnya.

Pasien Menjadi Tujuan Akhir Pelayanan
Di salah satu ruang IGD, kehadiran Selle mendapat sambutan dari keluarga pasien. Salah seorang keluarga pasien mengatakan kunjungan tersebut memberi perhatian tersendiri bagi mereka. Bukan karena siapa yang datang, tetapi karena ada orang yang bersedia berhenti sejenak dan menanyakan kondisi anggota keluarga mereka.
“Kami merasa diperhatikan. Pak Wakil Bupati datang langsung, menanyakan keadaan pasien dan pelayanan di rumah sakit. Bagi kami sebagai keluarga, perhatian seperti itu membuat kami terharu dan bangga ,” ujar salah seorang keluarga pasien.
Menurut keluarga tersebut, ketika seseorang sedang sakit, dukungan moral memiliki arti penting selain pengobatan medis.
“Kami tentu berharap pasien cepat sembuh. Yang penting pelayanan terus baik dan kami sebagai keluarga bisa mendapat informasi yang jelas selama mendampingi pasien,” katanya.
Menyapa Sebelum Pergi
Selle tidak berlama-lama di satu ruangan. Setelah berbincang dengan pasien dan keluarga, ia kembali mengulurkan tangan. Ia berpamitan, lalu berpindah ke bangsal lain.
Gerakannya sederhana. Menyalami, bertanya, mendengar, menyemangati, kemudian mendoakan.
Namun di rumah sakit, percakapan beberapa menit bisa terasa panjang bagi keluarga yang sejak pagi menunggu kabar kondisi orang terkasih.
Di tengah rutinitas pelayanan kesehatan yang kerap dipenuhi angka, antrean, administrasi, obat, dan prosedur medis, kunjungan semacam itu mengembalikan satu hal yang mudah terlupakan: pasien bukan sekadar nama dalam daftar perawatan. Mereka adalah manusia yang sedang berharap untuk pulang.
Bagi Selle, perhatian kepada pasien menjadi bagian dari semangat kemanusiaan yang juga menjadi napas kerja PMI.
Peresmian UPD mungkin menandai hadirnya sebuah fasilitas baru. Tetapi langkah Selle menyusuri ruang IGD menunjukkan bahwa ujung dari seluruh fasilitas kesehatan tetap sama: memastikan manusia yang datang dalam keadaan sakit mendapatkan pelayanan, perhatian, dan harapan.
Hari itu, setelah berbicara tentang darah yang menyelamatkan kehidupan, Selle memilih melihat langsung wajah-wajah yang mungkin suatu hari membutuhkan darah tersebut.
Ia datang sebagai Wakil Bupati. Ia menyapa sebagai Ketua PMI. Namun di sisi ranjang pasien, yang tersisa hanya satu peran yang paling sederhana: sesama manusia yang datang membawa doa agar orang lain segera sembuh.
Redaksi



Komentar