Katalisnews.com – Makassar – Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penanggulangan HIV-AIDS di Hotel Travellers Phinisi, Makassar, Kamis (17/9/2026).
Pertemuan ini mempertemukan Wakil Bupati/Wakil Walikota se-Sulawesi Selatan, instansi vertikal, kepala badan dan biro lingkup Pemprov Sulsel, pengelola program HIV-AIDS kabupaten/kota, hingga PMI dan LSM pemerhati HIV-AIDS.
Rakor ini digelar untuk memperkuat koordinasi penanggulangan HIV-AIDS di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Pembahasan mencakup pengembangan fasilitas kesehatan swasta dalam penemuan kasus, layanan terpadu TBC-HIV, serta peningkatan notifikasi pasangan dan anak ODHIV.
Selle KS Dalle menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menekan penyebaran HIV-AIDS di Sulawesi Selatan.
“Penanggulangan HIV-AIDS tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah kabupaten harus bersinergi dengan provinsi, instansi vertikal, dan masyarakat sipil agar penanganan lebih terkoordinasi dan menyentuh akar masalah,” ujar Selle KS Dalle.

Perluasan Layanan hingga Fasyankes Swasta
Salah satu agenda utama rakor adalah pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) swasta dalam penemuan dan pengobatan HIV. Rumah sakit swasta, klinik, dokter praktik, hingga bidan praktik didorong turut berperan aktif dalam skrining dan penanganan kasus.
Selain itu, forum membahas pembentukan layanan terpadu satu pintu atau one stop service untuk TBC-HIV. Langkah ini bertujuan mempercepat penemuan kasus sekaligus memastikan kesinambungan pengobatan bagi pasien dengan koinfeksi TBC dan HIV.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI tengah melaksanakan peningkatan notifikasi pasangan dan anak Orang dengan HIV (ODHIV) di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 15-18 September 2026 di RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Donor Darah sebagai Pintu Masuk Kesehatan Remaja
Isu kesehatan remaja turut menjadi sorotan dalam rakor. Forum menegaskan bahwa kegiatan donor darah di kalangan pelajar seharusnya tidak berjalan sebagai program sektoral semata, melainkan menjadi pintu masuk kolaborasi kesehatan remaja secara lebih luas.
Beberapa aspek yang saling terkait dalam isu ini meliputi:
Keamanan darah — menjaga kualitas dan keamanan proses donor.
Kesehatan pelajar — memperkuat perlindungan dan literasi kesehatan di sekolah.
Pencegahan HIV — melalui edukasi, upaya pencegahan, dan akses layanan.
Deteksi dan rujukan — memastikan jalur tindak lanjut yang jelas bagi pelajar berisiko.
Hak pelajar — menjamin consent, privasi, dan perlindungan dari stigma.
Forum menggarisbawahi pertanyaan kunci yang perlu dijawab bersama: bagaimana membangun tata kelola pencegahan HIV pada pelajar yang terkoordinasi, etis, menjaga kerahasiaan, dan bebas stigma.

Tantangan Pembiayaan Komisi Penanggulangan AIDS
Rakor juga menyoroti kebutuhan koordinasi lintas lembaga, harmonisasi kebijakan, regulasi, pengawasan, hingga evaluasi program secara berkelanjutan. Tanpa langkah-langkah ini, upaya penanggulangan HIV-AIDS berisiko berjalan parsial dan kurang efektif.
Persoalan lain yang mengemuka adalah keterbatasan pembiayaan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi maupun Kabupaten/Kota (KPAP/KPAK). Forum menilai, lembaga ini tidak bisa diharapkan menjalankan fungsi orkestrasi yang kuat apabila dukungan anggarannya masih lemah.
Kehadiran Wakil Bupati Soppeng dalam rakor ini menunjukkan komitmen daerah untuk terlibat aktif dalam penanggulangan HIV-AIDS di tingkat provinsi. Sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat sipil menjadi kunci agar target penurunan kasus HIV-AIDS di Sulawesi Selatan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Redaksi



Komentar