Jeneponto – PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Punagaya menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berbasis Lock Out Tag Out (LOTO) di Aula Sultan Hasanuddin, Rabu (6/5/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat budaya keselamatan kerja (safety culture) di lingkungan pembangkitan listrik tersebut.
Agenda ini diikuti secara antusias oleh seluruh unsur pekerja, mulai dari pegawai organik, Tenaga Alih Daya (TAD), hingga mitra kerja PLN Nusantara Power UP Punagaya.
Kendalikan Potensi Energi Berbahaya
Pelatihan K3 LOTO bertujuan meningkatkan kompetensi pekerja dalam mengendalikan energi berbahaya saat proses perawatan atau perbaikan mesin.

Foto: Ist
Prosedur LOTO sendiri merupakan metode penguncian dan penandaan alat untuk memastikan mesin dalam kondisi aman sebelum disentuh oleh teknisi, sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin.
Manajemen PLN Nusantara Power UP Punagaya menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar dalam aktivitas operasional perusahaan.
“Seluruh pekerja diharapkan mampu menerapkan prosedur LOTO secara disiplin dan konsisten demi terciptanya lingkungan kerja yang aman, andal, dan produktif,” tulis manajemen dalam arahannya.
Kejar Target Zero Accident
Tak hanya materi teori, para peserta juga langsung melakukan simulasi penerapan LOTO di lapangan agar dapat memahami langkah pengamanan energi secara praktis dan aplikatif.
Diskusi dan tanya jawab interaktif antara instruktur dan peserta turut menghidupkan suasana pelatihan sepanjang hari.
Melalui pelatihan intensif ini, PLN Nusantara Power UP Punagaya berkomitmen terus membangun budaya zero accident. Perusahaan menekankan bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama seluruh insan di lingkungan pembangkit.


Komentar