Ekonomi
Beranda » News » IKA ISMEI Sulselbartra Ajak Mahasiswa Ekonomi Unibos Berperan Aktif Perbaiki Ekonomi RI

IKA ISMEI Sulselbartra Ajak Mahasiswa Ekonomi Unibos Berperan Aktif Perbaiki Ekonomi RI

Koordinator Wilayah ISMEI Sulselbartra, Hasan Basri. Foto: Ist

Makassar – Koordinator Ikatan Alumni (IKA) Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra), Hasan Basri, menegaskan pentingnya nalar kritis mahasiswa terhadap kondisi ekonomi bangsa. Penegasan ini disampaikan saat ia menghadiri secara khusus kegiatan kelembagaan mahasiswa Fakultas Ekonomi di Universitas Bosowa (Unibos). Rabu, 20 Mei 2026

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut menjadi ajang refleksi mengenai arah dan peran mahasiswa ekonomi di tengah dinamika perekonomian nasional saat ini. Dalam pemaparannya di hadapan mahasiswa yang hadir, Hasan mengingatkan bahwa tanggung jawab seorang mahasiswa ekonomi tidak sekadar hadir mendengarkan materi di ruang kelas.

Ia menyoroti fenomena mahasiswa yang kerap terjebak pada rutinitas akademik formal semata, sehingga melupakan esensi dari perannya di masyarakat. Menurutnya, pemahaman teori yang didapatkan di bangku kuliah mutlak harus diimbangi dengan kepekaan sosial dan observasi langsung terhadap realitas ekonomi yang terjadi di lapangan.

“Mahasiswa ekonomi tidak boleh hanya menjadi pelajar yang sekadar duduk manis belajar di dalam kelas. Kalian harus berani keluar dan aktif mengeksplorasi potensi diri di luar kampus,” tegas Hasan di sela-sela pemaparannya.

Ia menambahkan bahwa ruang-ruang diskusi lintas kampus, kajian independen, serta keterlibatan langsung di tengah masyarakat adalah laboratorium nyata. Aktivitas tersebut dinilai akan mengasah insting ekonomi para mahasiswa, sehingga mereka tidak gagap saat kelak dihadapkan pada realitas perekonomian negara yang sebenarnya.

Soppeng Ikut Rakor Virtual Nasional, Wabup Selle Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi 2026

Lebih jauh, Hasan mendorong para mahasiswa untuk kembali merefleksikan esensi utama kaum intelektual. Ia menekankan bahwa daya kritis, kemampuan analisis data yang tajam, serta kapasitas sebagai sumber ide yang solutif adalah modal utama yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa Fakultas Ekonomi.

Turut hadir mendampingi dalam forum tersebut, Anggota Badan Pengawas dan Konsultasi (BPK) ISMEI, Abang Akbar. Kehadiran tokoh sentral dalam tubuh ISMEI ini semakin melengkapi diskusi kelembagaan pada hari itu dengan membawa perspektif sejarah pergerakan mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, Abang Akbar membawa peserta menyelami kembali akar historis pergerakan mahasiswa ekonomi di Indonesia melalui wadah ISMEI. Ia menjabarkan secara komprehensif mengenai sejarah panjang berdirinya organisasi yang menaungi senat mahasiswa ekonomi se-Indonesia tersebut.

Abang Akbar memaparkan bahwa ISMEI tidak didirikan sekadar sebagai wadah berkumpul atau ajang silaturahmi akademik. Lebih dari itu, organisasi ini merupakan kawah candradimuka yang terbukti secara konsisten melahirkan pemikir-pemikir ekonomi yang kritis dalam mengawal kebijakan negara.

Menurutnya, peran ISMEI dalam mendorong perubahan dan perbaikan fundamental ekonomi Indonesia sangatlah signifikan. Ia mencontohkan bagaimana pergerakan mahasiswa ekonomi dari masa ke masa selalu hadir menawarkan solusi dan kritik membangun ketika negara menghadapi krisis atau sedang menggodok regulasi krusial.

KOPDES MERAH PUTIH MACCILE RESMI BEROPERASI, WABUP SOPPENG: AGUSTUS SIAP MELAYANI WARGA

Melalui pemahaman sejarah pergerakan ini, diharapkan mahasiswa ekonomi Universitas Bosowa dapat mewarisi semangat intelektual tersebut dan siap mengambil peran aktif sebagai agen perubahan ekonomi di masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement