Bupati Soppeng dalam sambutannya menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pengumpulan data, melainkan fondasi utama bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa membangun daerah ini dengan mengira-ngira. Kita butuh basis data yang riil untuk mendongkrak sektor potensial dan memajukan UMKM kita,” tegasnya.
Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap kelancaran pelaksanaan SE2026. Bupati menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari pimpinan OPD, camat, kepala desa, kepala dusun, hingga ketua RT/RW, untuk aktif mengawal dan mensosialisasikan sensus di wilayah masing-masing agar tidak ada satu pun pelaku usaha yang terlewat dari pendataan.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE saat memberikan sambutan pada acara Pencanangan Pendataan Lapangan dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Grand Saota, Soppeng.
243 Petugas Dibekali Pelatihan Intensif
Kepala BPS Kabupaten Soppeng dalam laporannya mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai tahapan persiapan secara menyeluruh. Sebanyak 243 petugas lapangan telah direkrut dan kini tengah menjalani pelatihan bertahap sejak 1 hingga 14 Juni 2026. Pelatihan tersebut mencakup pemahaman konseptual, teknis pendataan, penggunaan aplikasi, teknik wawancara, serta simulasi lapangan.
Para petugas akan bekerja secara door to door ke seluruh wilayah Kabupaten Soppeng untuk mendata usaha sekaligus mengumpulkan informasi ekonomi keluarga. BPS memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat dan pelaku usaha dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang.
Sosialisasi Masif, Dukungan Meluas
Persiapan SE2026 di Kabupaten Soppeng juga ditopang oleh sosialisasi yang masif. Hingga pencanangan berlangsung, BPS Kabupaten Soppeng telah menggelar 16 kegiatan sosialisasi dengan total 384 peserta, serta memasang 2 videotron, 3 baliho, 60 spanduk, dan 54 media publikasi lainnya yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten.
Untuk segmen usaha besar dan menengah, BPS telah menginisiasi program Ngisi Bareng (NGIBAR), yaitu pengisian kuesioner SE2026 secara mandiri oleh pelaku usaha dengan pendampingan petugas BPS. Program ini telah dilaksanakan dalam 6 sesi dan diikuti oleh 43 pelaku usaha besar dan menengah di seluruh Kabupaten Soppeng.

Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat. R, SE., M.Si memberikan sambutan pada acara Pencanangan Pendataan Lapangan dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Grand Saota, Soppeng.
Imbauan kepada Masyarakat dan Pelaku Usaha
Bupati Soppeng secara khusus mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menyambut petugas sensus dengan terbuka dan memberikan data yang jujur serta apa adanya. Ia menekankan bahwa keterbukaan dalam memberikan data merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam pembangunan daerah.
Kepada petugas sensus, Bupati berpesan agar menjaga integritas, profesionalitas, dan kesehatan selama bertugas di lapangan demi menghasilkan data yang berkualitas dan valid.
“Sensus Akurat, Kebijakan Tepat! Demi mewujudkan Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan.” — Bupati Soppeng, pada Pencanangan SE2026

Foto bersama Forkopimda Soppeng pada acara Pencanangan Pendataan Lapangan dan Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2026.
Dengan pencanangan ini, BPS Kabupaten Soppeng menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan SE2026. Sensus yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali ini diharapkan menghasilkan data ekonomi yang komprehensif sebagai fondasi perencanaan pembangunan Kabupaten Soppeng dan Indonesia secara keseluruhan.
Penulis: Rehan



Komentar