Peringati HJS Soppeng ke-765, Manajemen dan Karyawan TWA Lejja Sambut Pengunjung dengan Pakaian Adat
LEJJA SOPPENG. Peringatan Hari Jadi ke-765 Kabupaten Soppeng pada Selasa, 8 April 2026, juga digelar di kawasan Taman Wisata Alam Lejja. Manajemen dan karyawan TWA Lejja memperingati momentum tersebut dengan berkumpul di area wisata mengenakan pakaian adat Bugis.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Manager TWA Lejja, Andi Zulqibral Yusary, bersama jajaran pengelola. Mereka hadir dengan busana adat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Suasana kegiatan berlangsung sederhana dengan menekankan kebersamaan. Penggunaan pakaian adat Bugis mencerminkan upaya menghadirkan nuansa kearifan lokal dalam peringatan Hari Jadi kali ini, sekaligus memperkuat identitas budaya dalam lingkungan kerja di kawasan wisata alam.
Manajemen TWA Lejja menyebut, peringatan ini menjadi momentum untuk menegaskan keterkaitan antara pengelolaan wisata dengan pelestarian nilai-nilai budaya daerah.
Sebagai salah satu destinasi unggulan di Sulawesi Selatan, TWA Lejja dikenal dengan potensi wisata alamnya, terutama sumber air panas alami yang berada di kawasan hutan konservasi. Selain itu, kondisi alam yang masih terjaga menjadikan kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri dalam pengembangan pariwisata berbasis lingkungan.
Keberadaan TWA Lejja selama ini menjadi salah satu penopang sektor pariwisata di Kabupaten Soppeng, sekaligus berkontribusi dalam memperkenalkan potensi daerah di tingkat regional. Pengelolaan kawasan yang mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan pelestarian lingkungan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan destinasi ini.
Pada hari yang sama, puncak peringatan Hari Jadi ke-765 Soppeng dipusatkan di Watang Soppeng dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi Masse serta sejumlah kepala daerah.
Peringatan yang berlangsung di berbagai titik ini menunjukkan keterlibatan berbagai elemen dalam memaknai Hari Jadi Soppeng, baik di pusat kota maupun di kawasan wisata dan sekolah, dengan pendekatan yang menyesuaikan karakter masing-masing wilayah. (Redaksi)
