Katalisnews.com – Soppeng – Upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pengelolaan layanan di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja terus dilakukan. Terbaru, manajemen PT. Lamataesso Mattappaa Perseroda Kabupaten Soppeng menggandeng Bank Sulselbar cabang Soppeng untuk menyediakan sistem pembayaran non-tunai dengan menggunakan QRIS Jumat, (9/5/2026) di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja, Desa Bulue, Kecamatan, Marioriawa, Soppeng.
Ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi sebelumnya antara Pemerintah Kabupaten Soppeng – Lembaga Perbankan – BUMD dalam mendorong penggunaan transaksi non-tunai seperti QRIS.
Penggunaan QRIS di tempat wisata permandian air panas disebut dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi, memudahkan pengunjung atau wisatawan, serta mendukung UMKM lokal melalui pembayaran non-tunai.
Sebagai langkah awal, implementasi QRIS ini mencakup pembayaran tiket masuk, belanja makan-minum di warung dalam area TWA Lejja, dan kedepan tersedia untuk belanja suvenir, serta pembayaran fasilitas yang ada di TWA Lejja. Terang Direktur Utama PT. Lamataesso, Musdar Asman.

Menurutnya “Di era digital saat ini, pelayanan wisata juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan masyarakat sehingga kehadiran QRIS diharapkan dapat memberi kenyamanan lebih bagi pengunjung sekaligus mendukung pengelolaan layanan wisata yang lebih modern, tertata dan transparan”.
Selain itu, Kepala Cabang Bank Sulselbar, Andi Yusri Nur Alam menambahkan bahwa, selain kemudahan dan kenyamanan bertransaksi melalui QRIS, Bank Sulselbar juga dalam waktu dekat akan menghadirkan Agen Lakupandai di Lejja.
“Lakupandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif Bank Sulselbar diwujudkan melalui aplikasi Agangku Mobile, yang dirancang untuk memperluas akses layanan perbankan hingga ke pelosok Sulawesi Selatan dan Barat. Melalui agen ini, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer dan penarikan tunai” Jelas Andi Riri, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Soppeng-Wajo-Sidrap Andi Muhammad Nurfadli dan Muh Firjahtullah. Fijratullah menyambut baik pengembangan digitalisasi pemasaran tiket ini karena sejalan dengan yang diharapkan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia untuk mendorong tata kelola wisata alam khususnya yang berada dalam wilayah hutan konservasi menjadi lebih baik dan transparan.
Penulis: Rehan


Komentar